Kalau dilihat, seorang anak yang terlihat lugu ini tidak mungkin menjadi target pembunuhan. Namun kaum Nasionalis Serbia yang berang pun, menjadi naik pitam dengan tulisannya.
Dalam blognya, ia menginginkan hubungan yang lebih baik antara Serbia dan Uni Eropa. Lantas ia pun meminta pengakuan atas negara Kosovo yang telah memisahkan diri, serta mengutuk pembantaian yang dilakukan negaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak terima dengan tulisan itu, seorang kaum nasionalis Serbia mengancam dengan balasan diblog tersebut. "Aku akan menunggumu didepan sekolah kemudian membunuhmu, " tulisnya. Ibu Rastko, Suzanna yang mengetahuinya, langsung menghubungi polisi setempat untuk meminta perlindungan.
"Saya seorang aktivis hak asasi manusia yang independen. Saya tak takut untuk berbeda pendapat dan saya anti-kekerasan," kata Rastko dalam sebuah wawancara dirumahnya yang sederhana di pusat kota Belgrade, Serbia. Dia mengungkapkan dengan nada suara yang bijaksana dan diplomatis jauh dari usianya.
"Aku memang sedikit khawatir. Tapi aku tak takut. Aku akan meneruskan apa yang aku lakukan. Mungkin ini sulit untuk ibuku karena dia seorang yang apatis, toh kebanyakan dari kita memang tidak setuju dengan politik," ucap bocah itu tanpa ragu. Demikian dikutip detikINET dari Independent, Jumat (30/4/2010). (gst/fw)