Eva Hibnic, penduduk Florida ini mendaftarkan gugatannya di pengadilan California. Ia menuding layanan Buzz melanggar hak privasi para penggunanya.
Penggugat mengklaim, Google Buzz telah membuat data privat user Gmail dipublikasikan tanpa sepengetahuan atau izin pemilik. Meski Google telah melakukan modifikasi, upaya ini dianggap belum cukup untuk menyelesaikan persoalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi gugatan tersebut, pihak Google hanya menyatakan sedang menganalisanya sebelum memberi komentar.
Layanan Google Buzz menuai beberapa kritik semenjak kemunculannya. Misalnya soal fitur auto following yang mengkoneksi secara otomatis antara pengguna dengan kontak yang sering ia kirimi email dan chat.
Fitur ini diprotes karena belum tentu user ingin berteman dengan seseorang, hanya karena seseorang itu kerap berkirim email dengan mereka. Google pun akhirnya memodifikasi fitur itu. (fyk/faw)