Bahkan, dijelaskan Donny A. Sheyoputra, Kepala Perwakilan Business Software Alliance (BSA) Indonesia, Dirjen HaKI Depkumham Andi N. Sommeng sampai bolak balik Indonesia-AS untuk coba meyakinkan USTR bahwa Indonesia juga serius untuk memerangi pelanggaran hak atas kekayaan intelektual di negeri ini.
"Pak Andi sangat gigih sekali memperjuangkan agar Indonesia keluar dari PWL (Priority Watch List)," ujarnya kepada detikINET di sela persidangan PT Kedaung Industrial di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanggapan USTR memang masih buram alias belum jelas apakah tergugah atau tidak dengan langkah-langkah yang telah diambil Indonesia dalam memerangi HaKI. Namun Donny meyakini bahwa rapor hitam USTR tersebut bisa saja berubah sewaktu-waktu.
"Paling cepat biasanya setiap 6 bulan ada revisi," harapnya. (ash/faw)