Berdasarkan data yang dirilis IDC, persentase 85 persen ini mengakibatkan Indonesia ditaksir mengalami kerugian atau potensial loss sebesar US$ 544 juta.
Sementara dibandingkan 2007 lalu, tingkat pembajakan di Indonesia 84 persen dengan tingkat kerugian ditaksir US$ 411 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun untuk kedua kalinya secara berturut-turut rata-rata total tingkat pembajakan di seluruh dunia naik dari 38 persen menjadi 41 persen.
Menurut Donny hal ini disebabkan karena pesatnya laju pertumbuhan pengiriman dan penjualan PC di negara-negara dengan tingkat pembajakan tinggi, seperti China, India, termasuk Indonesia, sehingga menutupi kemajuan di negara-negara lain yang berhasil menekan tingkat pembajakan.
Dengan hasil 85 persen tersebut, Indonesia berada di posisi ke-12 dari 110 negara di dunia yang menjadi subjek penelitian. Persentase Indonesia ini sama dengan Vietnam dan Irak. (ash/faw)