Demikian perkataan Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia saat berbincang santai dengan sejumlah wartawan di Intel Media Camp yang digelar di Pinewood, Cisarua, Jawa Barat, 11-12 Maret 2009.
Menurut Budi, di Eropa dan Amerika Serikat Intel telah beberapa kali diaudit. Audit itu dilakukan dengan dasar telah menguasai pasar lebih dari 70 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, lanjutnya, Intel tak bisa dikatakan melakukan monopoli. Praktek yang dilakukan Intel masih merupakan praktek bisnis yang wajar.
Indikasi monopoli, ujar Budi, bisa dilihat dari praktek seperti pemangkasan harga gila-gilaan, dumping, merusak tata niaga hingga menjelek-jelekkan produk pesaing.
Bahkan dalam pasar netbook, yang boleh dibilang dikuasai Intel lewat prosesor Atom, Intel pun mengaku tidak monopoli. "Silakan saja kalau ada pesaing yang mau masuk ke sana," ujarnya.
(wsh/ash)