Semuanya bermula dari laporan Saxon Innovations, sebuah perusahaan berbasis di Texas. Savon menuding vendor-vendor raksasa tersebut telah melanggar tiga hak patennya.
Atas tudingan pelanggaran ini, Saxon menuntut agar produk-produk yang melanggar hak patennya dilarang masuk ke AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika tudingan Saxon ini terbukti, maka vendor-vendor tersebut tidak dizinkan mengimpor produk-produk mereka yang melanggar hak paten Saxon ke Negeri Paman Sam, demikian seperti dikutip detikINET dari Slashgear, Kamis (21/1/2009).
(faw/ash)