Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
'Pembajakan Software di Indonesia Masih Tinggi'

'Pembajakan Software di Indonesia Masih Tinggi'


- detikInet

Surabaya - Business Sofware Alliance (BSA) menilai tingkat pembajakan di Indonesia masih cukup tinggi. Walau secara umum peringkat Indonesia sebagai negara pembajak turun dari posisi 10 besar, dengan menempati urutan ke-12.
Β 
"Ini tidak kondusif bagi industri piranti lunak dan iklim investasi," kata Perwakilan BSA Indonesia, Donny A.Sheyoputra kepada wartawan di sela-sela sosialisasi Piagam HKI di Ruang Mataram Hotel Sheraton, Jalan Embong Malang, Surabaya, Selasa (9/12/2008).
Β 
Menurut Donny tingkat pembajakan di Indonesia berdasarkan laporan dari Internasional Data Center (IDC) dan BSA tahun 2007 mencapai angka 84 persen. Angka ini turun hanya satu persen dari tahun 2006 yang mencapai angka 85 persen. Tahun 2008 ini tambah dia masih belum diketahui. Angkanya baru akan dirilis Mei 2009 mendatang.
Β 
"Nilai kerugiannya naik dari UD$ 350 juta pada tahun 2006 menjadi US$ 411 juta pada tahun 2007," ungkapnya.
Β 
Untuk menekan angka pembajakan di Indonesia, pihaknya kemudian menggelar program sertifikasi bagi penguna korporasi. Ini dilakukan sebagai alternatif yang efisien dan mudah bagi kalangan industri untuk memiliki piranti lunak.Β  Piagam HKI ini didukung oleh pihak kepolisian. Bagi perusahaan yang mendaftarkan diri akan diaudit.
Β 
"Biayanya cukup murah. Untuk pengguna komputer kurang dari 20 unit dikenai biaya US$ 50," tuturnya.
Β 
Saat ini sudah ada 200 perusahaan yang terdaftar. 40 perusahaan sudah diaudit dan 60 lainnya masuk dalam daftar tunggu.
Β 
"Penanganan pembajakan di Jatim cukup bagus dan terbaik di Indonesia," tandasnya. (bdh/ash)







Hide Ads