Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Siasati Larangan Mesir, Apple Matikan GPS di iPhone

Siasati Larangan Mesir, Apple Matikan GPS di iPhone


- detikInet

Mesir - Selama ini pemerintah Mesir bersikap galak terhadap perangkat berkemampuan Global Positioning System (GPS). Walhasil, demi merengkuh konsumen di Negeri Piramida ini, Apple terpaksa mematikan fungsi GPS di iPhone.

Alasan larangan penggunaan ponsel berbasis GPS itu adalah kekhawatiran pemerintah Mesir jika teknologi tersebut digunakan untuk membantu menunjukkan lokasi bangunan pemerintah atau bahkan dimanfaatkan kalangan teroris.

Walhasil, Apple harus memutar otak guna menyiasati kebijakan pemerintah Mesir ini. Apple kemudian memilih untuk meniadakan fungsi GPS pada perangkat iPhone besutannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip detikINET dari Guardian, Selasa (9/12/2008), malang bagi konsumen iPhone di Mesir, selain harus rela tidak bisa menikmati fitur GPS, pembeli juga harus membayar perangkat smartphone tersebut dengan harga yang lebih mahal, yakni sebesar 3800 poundsterling Mesir atau sekitar Rp 7,9 juta.

Apple bukan satu-satunya perusahaan yang tersandung masalah larangan perangkat ber-GPS di Mesir. Sebelumnya produsen ponsel Finlandia, Nokia juga harus terbentur masalah yang sama. Upaya Nokia untuk melakukan negosiasi dengan pemerintah Mesir tak kunjung membuahkan hasil.

Kendati peraturan yang melarang perangkat ber-GPS begitu ketat, ada beberapa perusahaan yang mengantongi lisensi dari pemerintah Mesir diperkenankan untuk mengembangkan perangkat ber-GPS.

Meski demikian, ada banyak konsumen di Mesir yang nekat menggunakan perangkat ber-GPS secara ilegal dengan membelinya dari pasar gelap.

Bukan hanya paranoid dengan perangkat ber-GPS, pemerintah Mesir juga terkesan tidak ramah dengan teknologi lain, seperti internet. Beberapa waktu lalu sekelompok blogger ditangkap dan dijebloskan ke penjara karena dituding mengkritik pemerintah.

Selain Mesir, negara lain yang juga melarang perangkat ber-GPS adalah Syria dan Korea Utara.
(faw/ash)





Hide Ads
LIVE