Namun bagi perusahaan keamanan Symantec, pembajakan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. David Freer, Vice President of Asia Pasific & Japan Consumer Business Symantec Corporation malah mengatakan, pihaknya tak takut kalau nantinya industri software bakal mati karena bajakan ini.
"Kami tak takut, malah hal itu (pembajakan-red.) harus kami anggap sebagai saingan," ujarnya dalam wawancara ekslusif dengan sejumlah media termasuk detikINET di sela peluncuran Norton 2009 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Selasa (23/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Freer, kode aktivasi Norton dibuat sedemikian rupa untuk menyulitkan para pembajak software untuk pembobolan. "Suatu waktu saya pernah pergi ke suatu toko untuk mencari Norton yang bajakan. Namun ketika saya coba membelinya, si penjual bilang bahwa software tersebut tak bisa dibajak," urainya.
Menurut Effendy Ibrahim, Norton Business Lead Asia South Region, software Norton antivirus bajakan yang ada di pasaran bukanlah software yang diakui oleh oleh Symantec. Itu hanya hasil 'kreativitas' para pembajak saja.
"Itu (software bajakan tersebut-red.) bukanlah punya kita. Karena itu cuma versi trialnya yang masa aktifnya cuma beberapa saat," tandas Effendy.
Keterangan Foto: (ki-ka) Norton AntiVirus 2009 dan Norton Internet Security 2009 . Fotografer: Ash. detikINET.
(ash/wsh)