Penantian panjang akan arsitektur prosesor terbaru dari Intel akhirnya usai. Chip bersandi Panther Lake, yang diproduksi dengan proses fabrikasi 18A kebanggaan Intel yang sempat beberapa kali tertunda, kini akhirnya mulai menampakkan diri di pasar global.
Salah satu perangkat pertama yang berkesempatan menjadi 'rumah' bagi teknologi terkini tersebut adalah Asus ExpertBook Ultra.
Secara historis, lini ExpertBook memang dikenal sebagai kuda hitam di kelas laptop bisnis premium. Namun, dengan lompatan arsitektur dari Intel kali ini, Asus seolah ingin mendefinisikan ulang apa yang bisa dilakukan oleh sebuah laptop bisnis tipis dengan Asus Expertbook Ultra
Apakah performanya benar-benar membuktikan janji manis Intel? Simak ulasan mendalam detikINET berikut ini.
Spesifikasi
Sebelum membedah performanya, mari kita intip terlebih dahulu spesifikasi unit yang mampir ke meja pengujian detikINET:
| Prosesor | Grafis |
|---|---|
Intel Core Ultra X7 358H (16 Core, Turbo maksimal 4.8GHz) | Intel Arc B390 |
| RAM | Storage |
32GB LPDDR5x-8533 | 2TB M.2 PCIe 4.0 SSD |
| Layar | Fitur & Konektivitas |
14-inci 2880×1880 tandem OLED Touchscreen Corning Gorilla Glass Victus Matte | 2x Thunderbolt 4, 2x USB-A 3.2 Gen 2 1x HDMI 2.1, 1x 3.5mm combo audio |
| Jaringan | Baterai |
Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0 | 70 watt-hours |
| Bobot dan dimensi | |
1,1 kg / 31 x 21.2 x 1.65 cm |
Laptop ini adalah paket lengkap yang dirancang dengan kematangan luar biasa. Bodinya tipis, ringan, dan super tangguh, serta performanya kencangtim detikINET |
Desain
Kesan pertama begitu perangkat ini dikeluarkan dari dalam boksnya adalah betapa solidnya sasis laptop ini. Asus ExpertBook Ultra menggunakan paduan material magnesium-aluminum alloy yang sukses menjaga bobotnya tetap berada di angka 1,1 kg saja.
Biasanya, material semacam ini memiliki kelemahan: terasa seperti plastik murah. Namun, Asus dengan cerdik mengakalinya dengan memberikan lapisan nano ceramic, mirip dengan material ceraluminum andalan mereka.
Hasilnya adalah bodi dengan tekstur matte yang terasa sangat premium, kesat di tangan, dan tidak mudah meninggalkan sidik jari. Kualitas rancang bangunnya sangat kokoh, hampir tidak ada flex (lengkungan) saat kami menekan area keyboard atau saat membuka layar dengan satu tangan.
Oh ya, material ini juga diklaim sangat keras dan tahan gores. Kami pun sempat mencoba menggores material bodinya menggunakan kunci motor. Tak ada bekas goresan yang terlihat meski tim detikINET sudah menggoresnya sekuat tenaga.
Dengan ketebalan hanya 1,65 cm, dimensinya mengingatkan kita pada laptop-laptop ultralight 13 inci dari beberapa tahun lalu, namun kini dengan ukuran layar 14 inci yang lebih lega.
(asj/fay)