KONSULTASI GADGET
Lucky Sebastian
Lucky Sebastian
Lucky Sebastian adalah seorang Arsitek yang sangat hobby dengan gadget sejak tahun 1998.
Minggu, 22 Sep 2019 07:05 WIB

KlinikINET

Beli Smartphone di Online Lebih Murah Dibanding Toko Resmi, Kenapa?

Lucky Sebastian, - detikInet
Ilustrasi Smartphone. (Foto: Julian Chokkattu/Digital Trends) Ilustrasi Smartphone. (Foto: Julian Chokkattu/Digital Trends)
Jakarta - Saya penasaran dengan harga ponsel yang bisa lebih murah ketimbang di store resminya. Seperti yang dijual di akun Instagram dan e-commerce yang menjual ponsel murah dengan garansi resmi selisihnya padahal bisa sampai sejutaan. Kenapa bisa demikian? apakah ponsel tersebut benar sama kualitasnya dengan yang dijual di store resmi?

Jawaban:


Pertama kita pastikan dulu apakah benar ponsel tersebut memang garansi resmi, karena banyak juga yang mengira bahwa garansi resmi itu asal dijamin ada garansi, walau belum tentu dari principal atau vendor resminya, yang kadang disebut sebagai garansi distributor.

Garansi resmi yang benar resmi, biasanya ponsel dibuat oleh pabrik di Indonesia, kecuali iPhone, Huawei tipe flagship, dan beberapa seri dari Oppo yang berharga diatas 5 juta.

Kalau ponsel distributor yang bukan garansi resmi kemungkinan lebih murah karena tidak membayar pajak resmi dan tidak melaksanakan aturan TKDN, dimana ponsel yang dibuat harus mengandung 30% kandungan dalam negeri.


Kalau ponselnya memang garansi resmi dan bisa dijual lebih murah di IG atau e-commerce, bisa jadi ponsel tersebut hasil pre order yang memiliki banyak bonus saat pre-order, seperti potongan cashback dan bonus.

Ada pre order yang berbonus smartwatch, televisi, earphone wireless, dan lain sebagainya, yang harga bonusnya jauh dari 1 juta rupiah. Bisa jadi penjual hanya mengambil bonus dan cashback, kemudian menjual ponselnya lebih murah untuk cepat laku.

Tetapi memang ada juga yang memanfaatkan ketidaktahuan pembeli, terutama untuk ponsel-ponsel hi-end, dengan mengganti asesoris di dalamnya dengan yang palsu, kemudian menyegel dan wrapping ulang plastik pembungkusnya.

Makanya beberapa vendor mendesain plastik wrapping-nya secara khusus, bukan polos, agar tidak mudah ditiru. Tapi memang untuk pembeli awam, suka tidak menyadari hal ini.


Apakah mengganti asesoris di dalamnya saja bisa sampai beda 1 juta? Mungkin saja untuk ponsel-ponsel hi-end, seperti misalnya Samsung seri S atau Note, earphone AKG bawaannya saja kalau beli terpisah seharga di atas 1 juta rupiah yang asli.

Sementara tiruannya dibuat mirip bentuknya hanya dijual di bawah 200 ribu di e-commerce, bahkan hanya puluhan ribu, dengan kualitas suara seadanya, dan sering ditawarkan sebagai asli.

Ada kemungkinan lain, e-commerce memang sedang bekerjasama dengan vendor ponsel untuk membuat program promo harga khusus, dan mungkin saja perbedaan harga didapat dari dukungan vendor dan subsidi e-commerce, operator, atau dukungan bank tertentu, sehingga berbeda harga dengan harga toko lain.



Punya pertanyaan-pertanyaan seputar gadget? Tanyakan di klinikINET dengan mengklik link ini dan dapatkan jawaban dari pakarnya.


Simak Video "Prabowo Merapat ke Jokowi Turunkan Tensi Kubu saat Pilpres"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/jsn)
Klik di sini untuk mengirimkan pertanyaan yang ingin dikonsultasikan dengan kami. Konsultasi seputar gadget, fotografi, internet security dan cyberlife.