BERITA TERBARU
KONSULTASI CYBERLIFE
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum adalah seorang mantan jurnalis, ia pernah bekerja di beberapa media online besar di Indonesia sejak awal 2005 hingga akhir 2015. Sejak 2008, Dewi yang suka travelling ini juga aktif membantu kampanye program Internet Sehat yang digagas oleh ICT Watch.

Dewi dapat dihubungi via email dew.ningrum[at]gmail.com atau blogwww.dewningrum.com
Jumat, 03 Mar 2017 15:28 WIB

KlinikINET

Cara Menentukan Mana Berita Hoax dan Mana Asli

Konsultan: Dewi Widya Ningrum - detikInet
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Saya pusing sekali dengan timeline di Facebook, jengah melihat teman2 saya share artikel yang bisa saja itu berita hoax. Gimana caranya ya untuk menentukan mana berita Hoax dan mana berita yang asli? (Dinda)

Jawaban:

Kejengahan yang Anda rasakan mungkin juga dirasakan oleh sebagian netizen lain di Indonesia. Kalau kita perhatikan, isi timeline di media sosial belakangan ini memang semakin sering dipenuhi oleh artikel-artikel hoax atau yang bernada provokasi atau menyudutkan seseorang/golongan tertentu. Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), peredarannya bahkan makin banyak.

Untuk membasmi konten-konten bernada negatif yang beredar di Internet tentu tidak mudah. Ibarat pepatah mengatakan, "Mati satu tumbuh seribu". Meski pemerintah berupaya memblokir situs-situs yang dianggap negatif atau provokatif, setiap harinya ada banyak situs sejenis yang lahir. Blokir bukanlah solusi yang efektif, karena energi akan habis untuk melakukan hal itu saja.

Perlu diketahui bahwa meskipun separuh dari jumlah penduduk di Indonesia sudah menggunakan internet, namun tingkat literasi media sosial di Indonesia masih sangat rendah. Artinya, masih banyak netizen di Indonesia yang belum mampu untuk memahami, menganalisis dan mengevaluasi informasi atau pesan-pesan yang beredar di media sosial.

Lalu kembali ke pertanyaan di atas, bagaimana cara menentukan mana berita hoax (palsu) dan mana berita yang beneran (asli)?

Pertama, cek URL situsnya. Sebuah instansi resmi tidak akan menggunakan layanan blog gratisan. Nama situsnya juga harus diperhatikan. Tidak sedikit berita hoax yang beredar menggunakan situs yang namanya mirip dengan nama media yang kredibel. Karena itu jangan mudah terkecoh dan cuma membaca judul artikelnya saja.

Jangan pernah menyebarkan ulang sebuah artikel tanpa membaca isinya terlebih dulu. Berita-berita hoax yang beredar di internet biasanya cenderung bernada provokatif atau kontroversial, tujuannya memang untuk menggiring pandangan bahkan memancing emosi pembacanya.

Kedua, jangan malas melakukan cross check tentang kebenaran dari sebuah informasi beredar di media sosial. Kalau perlu lakukan riset kecil-kecilan ke berbagai situs lain yang kredibel. Berita-berita hoax yang beredar di internet biasanya cenderung bernada provokatif atau kontroversial, tujuannya memang untuk menggiring pandangan bahkan memancing emosi pembacanya. Jika Anda bijak, Anda tentu tidak akan mudah terpancing isi berita tersebut.

Yang ketiga, kalau masih belum yakin tentang kebenaran dari sebuah artikel, cobalah gunakan logika atau akal sehat. Tanyakan pada diri sendiri apakah informasi tersebut bermanfaat jika disebar atau justru dapat merugikan orang atau kaum lain dan memecah belah persatuan.

Perlu diketahui, saat ini ada banyak sekali berita yang sengaja dibuat agar menjadi viral di internet atau media sosial, tujuannya semata-mata hanya karena uang. Pelaku sengaja membuat berita hoax dengan judul yang bombastis agar situsnya dikunjungi banyak orang dan ia mendapatkan uang dari iklan yang dipasang di situsnya.

Selain itu, para netizen sebenarnya juga bisa membantu 'meredam' peredaran informasi-informasi negatif di internet dengan cara memposting artikel atau informasi yang bermanfaat, misalnya informasi tempat wisata di daerah sekitar mereka, info kuliner, tips-tips dan sebagainya.

Bayangkan kalau semua pengguna internet di Indonesia memposting informasi positif di media sosial, katakanlah satu orang memposting satu saja, maka konten-konten negatif yang tadinya mendominasi internet atau media sosial dengan sendirinya akan 'tertutupi' oleh informasi yang bermanfaat. (jsn/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed