KONSULTASI CYBERLIFE
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum adalah seorang mantan jurnalis, ia pernah bekerja di beberapa media online besar di Indonesia sejak awal 2005 hingga akhir 2015. Sejak 2008, Dewi yang suka travelling ini juga aktif membantu kampanye program Internet Sehat yang digagas oleh ICT Watch.

Dewi dapat dihubungi via email dew.ningrum[at]gmail.com atau blogwww.dewningrum.com
Selasa, 21 Jun 2016 11:06 WIB

KlinikINET

Tertipu Belanja Online di Situs FrozenCPU

Konsultan: Dewi Widya Ningrum - detikInet
Foto: detikINET/Screeshoot FrozenCPU Foto: detikINET/Screeshoot FrozenCPU
Jakarta - Saya beli satu barang di situs FrozenCPU.com, harganya Rp 5 jutaan. Sudah dua bulan lebih barangnya belum juga sampai, padahal uang sudah ditransfer. Saya coba hubungi lewat email tapi mental, ditelepon juga tidak jelas jawabannya. Saya memang tidak mengecek kontaknya. Apakah saya tertipu? (siti)

Jawaban:

Saya menduga Anda telah menjadi korban penipuan belanja online. Hasil penelusuran saya di internet mengungkapkan, banyak yang komplain tentang FrozenCPU. Ada konsumen yang sudah melakukan pembayaran namun produk yang dipesan tidak datang. Sebelumnya, website ini memang aktif dan melayani pembeli dengan baik.

Kabar yang beredar menyebutkan FrozenCPU sekarang sudah tutup karena pemiliknya bermasalah (alkohol dan obat-obatan terlarang). Para pegawainya disinyalir juga sudah dipecat. Namun sayang tidak ada pernyataan resmi dari pemiliknya.

Seseorang yang mengaku sebagai mantan pegawai Frozen CPU di forum Overclock mengatakan, "Do not order from the FrozenCPU marketplace, as they have closed doors and will not be shipping product or answering E-Mails and phones."

Pada halaman Facebook Frozen CPU, akun David Gebo menuliskan "FrozenCPU is officially closed all employees have walked out due to not being paid please do not call because there will be no one there!!!"

Melihat dari banyaknya review negatif yang beredar di internet, ada kemungkinan situs FrozenCPU sudah tidak bisa dipercaya lagi. Kebetulan, rekan kerja saya mengalami nasib yang sama. Ia pernah memesan barang dari situs tersebut, dan barang yang dipesan tidak juga sampai hingga sekarang, padahal ia sudah membayar.

Untuk menghindari hal seperti ini terulang lagi, sebelum belanja online dan melakukan pembayaran, ada baiknya kita mencari tahu reputasi toko online tersebut dengan melakukan riset kecil-kecilan di internet. Apalagi toko tersebut lokasinya tidak berada di Indonesia, sehingga akan sulit mendatanginya jika terjadi masalah.

Jika perlu hubungi kontak informasi yang tertera di situsnya untuk memastikan bahwa data kontak yang dipajang benar. Dan itu saja tidak cukup. Jika Anda merasa ada hal-hal yang aneh terjadi, misalnya saat ditelepon mereka mengatakan bahwa orang yang bertugas mengirimkan barang sedang mengantarkan anaknya ke rumah sakit atau sudah resign dari kantor tersebut, atau mengatakan bahwa email kantor mereka sekarang sudah ganti sehingga emailnya mental, ini sebenarnya pertanda bahwa ada yang tidak beres di toko online tersebut. Perusahaan profesional tidak akan bersikap seperti itu. (jsn/ash)
Klik di sini untuk mengirimkan pertanyaan yang ingin dikonsultasikan dengan kami. Konsultasi seputar gadget, fotografi, internet security dan cyberlife.

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed