Belanja Online Aman dengan Kartu Kredit, Begini Caranya

KlinikINET

Belanja Online Aman dengan Kartu Kredit, Begini Caranya

Konsultan: Dewi Widya Ningrum - detikInet
Kamis, 31 Mar 2016 15:30 WIB
Foto: GettyImages
Jakarta - Penipuan kartu kredit makin sering terjadi seiring meluasnya penggunaan internet dan kartu kredit. Tak sedikit konsumen yang terkaget-kaget karena tiba-tiba tagihan kartu kreditnya membengkak padahal ia tidak belanja, atau kartu kreditnya dipakai untuk membayar tagihan lain yang bukan miliknya.

Kasus seperti ini terjadi karena adanya pencurian identitas. Pelaku membuat software berbahaya untuk mencuri informasi akun dan password pengguna internet saat sedang belanja online, melakukan transaksi perbankan atau merespon email palsu yang meminta konfirmasi nomor rekening.

Di pasar gelap (underground market), nomor kartu kredit banyak diperjualbelikan. Pencuri dari seluruh dunia dengan bebas dapat membeli nomor-nomor rekening tersebut, lalu disalahgunakan. Misalnya membebankan biaya tagihan ke akun Anda.

Tidak ada satupun lembaga yang bisa menjamin kita tidak akan menjadi korban penipuan kartu kredit. Karena itu langkah preventif lebih baik dilakukan untuk mengamankan kartu kredit Anda. Begini caranya..

Amankan Data

1. Jangan pernah mengungkap informasi keuangan pribadi, seperti nomor kartu kredit, melalui telepon atau email. Apalagi menyimpan data-data sensitif tersebut di komputer publik atau di website. Perusahaan tidak akan pernah meminta informasi tersebut melalui telepon atau email.

Saat berbelanja online, paling banyak ada empat data yang umumnya diminta dari Anda: nomor kartu kredit, tanggal kadaluarsa kartu, kode keamanan kartu (tiga atau empat yang terdapat di belakang kartu kredit), dan alamat pengiriman barang. Jika Anda mendapatkan email aneh terkait pesanan dan meminta data lainnya, Anda patut curiga itu adalah scam.

2. Teliti saat menggunakan kartu kredit. Simpan semua tanda terima belanjaan Anda sampai Anda menerima laporan tagihan bulanan, lalu cocokkan. Pastikan punya kontak informasi perusahaan kartu kredit yang Anda pakai. Jika suatu saat Anda menjadi korban penipuan, segera hubungi perusahaan tersebut.

3. Kenali dari siapa Anda membeli. Caranya, lakukan riset kecil-kecilan di internet, cari tahu tentang perusahaan/merchant dan produk yang mau Anda beli. Lihat apakah ada banyak konsumen yang komplain ke merchant tersebut termasuk kasus penipuan kartu kredit. Situs seperti eBay biasanya menyediakan feedback agar pembeli bisa membagikan pengalaman mereka. Saat Anda mencari nama perusahaan dan produk, lalu Anda tidak menemukan apapun di internet, lebih baik jangan beli. Informasi ada dalam genggaman, yang perlu dilakukan adalah mencari.

4. Gunakan satu kartu kredit saja untuk bertransaksi online agar lebih mudah melakukan pelacakan jika ada pencurian.

5. Travel smart. Saat bepergian keluar negeri, gunakan satu kartu kredit saja. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, beritahu perusahaan kartu kredit Anda pergi ke negara mana dan minta mereka untuk memberikan alert kepada Anda jika ada aktivitas kartu kredit Anda yang tidak biasa. Jangan sampai ada tagihan dari negara lain padahal Anda tidak pernah belanja dan pergi ke sana. Beberapa perusahaan kartu kredit ada yang menawarkan alert, mengirimkan informasi tentang aktivitas yang tidak biasa ke ponsel atau email Anda.

6. Jangan membayar tagihan online di komputer publik atau di jaringan wireless atau Wi-Fi publik kecuali jaringan ini aman atau Anda menggunakan VPN (Virtual Private Network).

7. Hindari menggunakan kartu debit untuk bertransaksi online. Sebab uang Anda akan langsung terpotong jika Anda menjadi korban penipuan. Selain itu, undang-undang perlindungan kartu debit berbeda dengan kartu kredit.


Amankan Juga Komputer Anda

1. Lengkapi komputer Anda dengan antivirus dan program anti-spyware. Terlebih lagi jika Anda sering belanja online dan melakukan transaksi online banking. Selain agar terhindar dari keylogger (program mata-mata yang dapat merekam apa yang Anda ketikkan di komputer), juga untuk mencegah komputer Anda diubah menjadi komputer 'zombie' yang dikendalikan oleh hacker.

2. Waspadai email phishing -- yakni email yang dibuat seolah-olah berasal dari bank atau lembaga keuangan resmi, yang isinya meminta informasi akun atau mengarahkan Anda ke situs palsu yang mengharuskan Anda login.

3. Usahakan mengetikkan URL situs belanja langsung pada address bar. Jangan percaya link yang Anda dapat dari email begitu saja (atau yang didapat dari forum) karena bisa jadi itu URL phishing.

Jika sebuah situs tidak diawali "https", kemungkinan situs ini tidak aman digunakan untuk kartu kredit. Ciri lain yang menunjukkan level keamanan sebuah situs jika Anda ingin menggunakan kartu adalah terdapat tanda gembok atau VeriSign pada halaman situs bagian bawah. Keduanya menunjukkan bahwa situs tersebut telah menggunakan enkripsi untuk melindungi data-data Anda. (jsn/rou)