Salah satu pameran game terbesar di Tanah Air bertajuk Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) Business & Conference 2026 resmi berakhir. Acaranya mempertemukan 244 studio game dan 66 publisher dari 31 negara.
IGDX 2026 merupakan bagian dari acara Bali Tech Week 2026 yang diselenggarakan pada 19-23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali, dengan tema "Archipelago Ascending - Advance Together, Innovate Further".
Sementara IGDX 2026 menganut tema "Building A Thriving Ecosystem with Creative Resilience". Disebutkan kalau forum ini menjadi ruang bagi pengembang game lokal untuk membangun kemitraan, menarik investasi, dan upaya menuju pasar global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menyampaikan IGDX dapat dimanfaatkan pengembang di Tanah Air untuk membangun kolaborasi lintas sektor. Dikatakannya, kalau acara ini juga dapat diberdayakan sebagai ajang berbagi pengetahuan dan membuka peluang bisnis baru.
"IGDX telah menjadi titik temu bagi industri game Indonesia, tempat teknologi, kreativitas, bisnis, dan budaya bertemu. Game tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan cerita, mengekspresikan jati diri kita, dan menciptakan peluang ekonomi," kata Sonny, dari informasi yang diterima detikINET, Minggu (25/10/2026).
Dijelaskan bahwa antusiasme orang-orang terhadap acara ini terlihat dari banyaknya studio game dan publisher yang hadir. Disebutkan, selama pertemuan bisnis, 543 pemegang Business Pass menjajaki peluang kerja sama, sementara 1.037 pemegang Public Pass turut serta menikmati kreativitas industri game dalam negeri.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, memaknai tema resiliensi di acara ini lebih dari sekadar kemampuan bertahan. Menurutnya, ini merupakan bentuk nyata dari mereka yang berinovasi dan bertransformasi di tengah ketidakpastian.
"Kita ingin pelaku industri game Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan global, tetapi juga pencipta, inovator, dan pemain yang diperhitungkan di panggung dunia," ujarnya.
Komdigi berharap IGDX 2026 tidak berhenti sebagai pertemuan industri game saja. Mereka ingin acara ini melahirkan kemitraan bisnis yang nyata dalam penerbitan, investasi, distribusi, dan pengembangan game bersama.
Presiden Asosiasi Game Indonesia, Shafiq Husein, menyampaikan dengan kehadiran para pelaku industri di acara ini menjadi bukti bahwa mereka tetap percaya dengan industri game Indonesia. Menurutnya, dibutuhkan kreativitas, keberanian, kesabaran, dan resiliensi untuk terus membangun ekosistem ini.
"Mari bersama-sama memperkuat ekosistem game Indonesia agar semakin kompetitif dan mampu membawa karya serta talenta Indonesia ke pasar global," tuturnya.