Publikasi gaming IGN baru-baru ini memicu kontroversi setelah mengeklaim bahwa angka pre-order Grand Theft Auto (GTA) VI untuk konsol PlayStation mengungguli Xbox dengan rasio telak 8 banding 1. Data tersebut ternyata didapatkan dari program tautan afiliasi (affiliate link) penerbit yang, menurut Microsoft, sama sekali tidak bisa dijadikan tolok ukur.
Dalam klarifikasinya kepada Windows Central, juru bicara Xbox secara tegas membantah laporan tersebut.
"Data ini tidak merepresentasikan data pre-order yang sesungguhnya," ungkap perwakilan Xbox.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menambahkan bahwa Microsoft justru mencatatkan rekor pesanan yang fantastis, dan mengimbau publik untuk menunggu data yang sebenarnya, bukan melihat dari jumlah klik di tautan afiliasi.
Rockstar Games resmi membuka keran pre-order untuk game yang paling dinanti ini pada 25 Juni 2026. Pengumuman ini sekaligus menepis rumor liar soal harga, meski tetap memicu perdebatan baru di kalangan gamer.
Harga Resmi GTA VI:
- Standard Edition: USD 79,99 (sekitar Rp 1,3 juta)
- Ultimate Edition: USD 99,99 (sekitar Rp 1,6 juta)
Meski tidak menyentuh harga dasar USD 100 seperti yang ditakutkan banyak pihak, label harga USD 80 ini tetap dirasa masuk kategori premium dibandingkan standar harga gim AAA yang biasa dibeli pemain pada generasi sebelumnya.
Namun di sisi lain para konsol secara berkala terus mendorong harga mesin mereka ke titik tertinggi baru. Berikut adalah gambaran liarnya kenaikan harga konsol dari waktu ke waktu:
| Konso | Harga Rilis (Akhir 2020) | Harga Baru (mulai 2026) | Keterangan |
| Xbox Series S (512GB) | USD 299 | USD 499 | Berlaku per 1 Agustus (kenaikan harga ke-3 dalam 15 bulan terakhir). |
| PlayStation 5 (Digital Edition) | USD 399 | USD 599 | Naik signifikan akibat imbas krisis komponen global. |
Jika kita menarik mundur waktu hingga ke era 90-an, harga game AAA sebenarnya sudah masuk kategori mahal sejak puluhan tahun lalu. Berbagai iklan penjualan lawas menunjukkan bahwa game pada masa itu biasa dijual di kisaran harga USD 59,99 hingga USD 74,99.
Faktanya, meski sudah berlalu 30 tahun dan biaya produksi membengkak, harga jual game saat ini sebenarnya masih berada di kisaran yang hampir sama. Justru, harga perangkat keras konsol-lah yang kini meroket tak terkendali.
(asj/asj)

