Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Saham Anjlok, Investor Paksa Nintendo Naikkan Harga Switch 2

Saham Anjlok, Investor Paksa Nintendo Naikkan Harga Switch 2


Anggoro Suryo - detikInet

Nintendo Switch 2
Nintendo Switch 2. Foto: Dok. Nintendo
Jakarta -

Harga Nintendo Switch 2 jelas tak bisa dibilang murah, namun bagi para investor perusahaan asal Jepang itu, harga Switch 2 masih kemurahan.

Di tengah meroketnya harga komponen semikonduktor, raksasa gaming asal Jepang ini dilaporkan tengah mendapat tekanan kuat untuk segera menaikkan harga konsol handheld terbaru mereka, yang saat ini kabarnya dijual dengan margin kerugian.

Laporan dari Bloomberg mencatat bahwa selain lonjakan singkat pada bulan Maret saat game PokΓ©mon Pokopia diluncurkan, pergerakan harga saham Nintendo terus menunjukkan tren penurunan sepanjang tahun ini. Saham mereka mengawali tahun 2026 di angka USD 68,15, namun kini anjlok lebih dari 30 persen menjadi USD 47,38.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Dijual Rugi Sejak Awal Rilis

Penurunan nilai saham ini jelas menjadi pemandangan yang mengkhawatirkan bagi para pemegang saham. Mereka kini secara terang-terangan mendesak Nintendo untuk segera menaikkan harga eceran Switch 2.

Sebagai pengingat, Switch 2 diluncurkan pada bulan Juni 2025 lalu dengan harga resmi global sebesar USD 449,99. Nintendo juga merilis versi khusus pasar Jepang yang dibanderol lebih murah, yakni setara USD 318. Kedua model tersebut diyakini dijual dalam kondisi rugi, terutama untuk model eksklusif Jepang.

Meski tidak diketahui secara pasti berapa nilai kerugian yang ditanggung Nintendo untuk setiap unit Switch 2 yang terjual, jumlahnya kemungkinan besar sangat signifikan. Seorang analis mengatakan kepada Bloomberg bahwa meskipun Nintendo menaikkan harga sebesar USD 50 hingga USD 100, konsol tersebut hanya sedikit meringankan beban kerugian, namun belum menjadi untung.

Strategi yang Berubah

Menjual konsol dengan harga rugi di awal peluncuran sebenarnya merupakan praktik umum di industri game. Pabrikan biasanya mengandalkan penjualan game, biaya langganan, dan aksesori pendukung untuk menutupi selisih kerugian perangkat keras tersebut.

Namun, strategi ini merupakan langkah mundur bagi Nintendo. Usai kegagalan komersial konsol Wii U di masa lalu, Nintendo sempat memutuskan untuk menjual Switch generasi pertama dengan mengambil margin keuntungan murni. Kini, mereka kembali mengubah arah dan menjual Switch 2 dengan harga rugi, meskipun konsol baru ini sudah dipatok USD 150 lebih mahal ketimbang pendahulunya.

Laris Manis, tapi Terancam Inflasi Komponen

Ini bukan pertama kalinya rumor kenaikan harga Switch 2 berembus. Pada bulan Februari lalu, perusahaan dilaporkan tengah mempertimbangkan kenaikan harga akibat melonjaknya biaya komponen dasar.

Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, pada November 2025 lalu sebenarnya pernah berjanji untuk tidak menaikkan harga Switch 2 sepanjang tahun 2026. Namun, janji itu disertai catatan khusus: harga akan dipertahankan selama perusahaan tidak harus berhadapan dengan tekanan inflasi akibat kenaikan tarif pajak atau biaya komponen.

Dilema terbesar bagi Nintendo saat ini adalah konsol mereka sebenarnya sangat laku di pasaran. Perusahaan melaporkan telah berhasil menjual 17,37 juta unit perangkat hingga akhir Desember lalu, berdampingan dengan 37,93 juta kopi game Switch 2. Laba kuartalan mereka bahkan dilaporkan melonjak 23 persen berkat kehadiran perangkat keras baru ini.

Sayangnya, tingginya angka permintaan tersebut tampaknya tidak akan berarti banyak di mata investor jika biaya memori yang melambung akibat tren AI dan risiko tarif pajak terus menggerus margin keuntungan perusahaan, demikian dikutip detikINET dari TechSpot, Jumat (8/5/2026).




(asj/asj)




Hide Ads