Onic Kalah dari Echo, Turun ke Lower Bracket M4 Mobile Legends

Onic Kalah dari Echo, Turun ke Lower Bracket M4 Mobile Legends

ADVERTISEMENT

Onic Kalah dari Echo, Turun ke Lower Bracket M4 Mobile Legends

Panji Saputro - detikInet
Jumat, 13 Jan 2023 08:45 WIB
Setelah RRQ Hoshi, kini Onic Esports yang harus turun ke lower bracket M4 Mobile Legends. Mereka harus mengakui lawannya tim perwakilan dari Filipina, Echo.
Setelah RRQ Hoshi, kini Onic Esports yang harus turun ke lower bracket M4 Mobile Legends usai kalah dari Echo. (Foto: Screenshot Youtube Mobile Legends: Bang Bang Official)
Jakarta -

Setelah RRQ Hoshi, kini Onic Esports yang harus turun ke lower bracket M4 Mobile Legends. Mereka harus mengakui lawannya tim perwakilan dari Filipina, Echo.

Echo sendiri mampu menumbangkan wakil Indonesia itu, dengan skor akhir 3-1. Kekompakan yang ditampilkan oleh Yawi dan kawan-kawannya, mampu memberikan tekanan hebat kepada Onic Esports.

Upaya mereka pun membuah hasil memuaskan. Hanya saja, Onic sendiri tak memberikan kemenangan tersebut dengan mudah.

Empat game yang bergulir, menyuguhakn tontonan luar biasa. Mekanik permainan dari kedua tim sungguh memukau, dan banyak ilmu yang bisa diambil oleh penggemar Mobile Legends.

Rekap Match Onic Esports vs Echo

Game pertama berjalan cukup menegangkan. Echo seakan tak ingin terlihat lebih lemah, dari sedulurnya Blacklist International yang lebih dulu masuk final upper bracket.

Yawi dan timnya sudah memberikan tekanan sejak game pertama dimulai. Saat suara 'Welcome to Mobile Legends' berkumandang, sinergi yang ditunjukkan wakil Filipina ini sungguh luar biasa.

Mengandalkan hero over power, seperti Joy dan Fredrinn. Mereka kerap kali bisa unggul saat terjadi war.

Kemenangan game pertama semakin terlihat, kala Lord keempat bisa didapatkan Echo. Lalu dari jalur atas, mereka mendobrak masuk dan menghamtam turret utama Onic Esports.

Lanjut di game kedua, sepertinya menggunakan Chou sebagai jungler, bukan pilihan yang tepat bagi Echo. Berbeda dengan Kairi yang memakai Hayabusa, bisa lebih leluasa bergerak serta membunuh satu per satu Yawi dan kawan-kawan.

Meskipun tak bisa mencuri Lord, Onic Esports bisa menang war dan memanfaatkan hal itu untuk mendorong minion masuk di jalur tengah. Kemudian tanpa pikir panjang langsung membabat habis turret utama lawannya.

Sedangkan di game ketiga, Echo menyuguhkan permainan yang gila. Bukan memilih untuk berhati-hati, mereka sering kali memaksa war di setiap lane.

Belum lagi permainan Yawi sungguh menakjubkan. Saat itu dirinya memakai Chou sebagai roamer, dan kerap kali menciptakan momen-momen indah sebelum terjadi kekacauan antar pemain.

Penggunaan spell flicker yang on point, membuatnya bisa merusak sinergi dari anak-anak Onic Esports. Efek knock up dari skill satu yang dimiliki Chou, memberikan sokongan begitu besar dalam menunjang kemenangan war.

Alhasil dengan membawa Lord, Echo kembali mengambil kemenangan di game ketiga. Seakan tak ingin kehilangan momen, mereka meneruskan kerja sama tim ciamiknya di game keempat.

Berulan kali wakil Filipina itu membuat Onic Esports kewalahan. Meskipun beberapa kali sempat berhasil mempertahankan base, Sang Raja tetap belum bisa membendung gelombang serangan dari runner-up MPL PH Season 10 tersebut.

Dengan begitu skor akhir menjadi 3-1 untuk Echo. Lalu menurunkan Onic Esports ke lower bracket.

[Gambas:Youtube]



(hps/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT