Seram! Kalah Main Game, Headset VR Ini Bakal Bunuh Penggunanya

ADVERTISEMENT

Seram! Kalah Main Game, Headset VR Ini Bakal Bunuh Penggunanya

Panji Saputro - detikInet
Jumat, 11 Nov 2022 09:18 WIB
Palmer Luckey, Founder perusahaan Virtual Reality bernama Oculus, tengah menggarap sebuah Headset VR yang bisa membunuh penggunanya saat kalah dalam permainan.
Palmer Luckey, Founder perusahaan Virtual Reality Oculus, menggarap Headset VR yang bisa membunuh penggunanya saat kalah dalam game. (Foto: palmerluckey.com)
Jakarta -

Seperti yang diketahui sebagian orang, bermain game identik dengan kesenangan. Akan tetapi bagaimana jadinya, bila gamer kalah dalam permainan dan itu berpengaruh terhadap kehidupannya di dunia nyata alias membuatnya meninggal?

Palmer Luckey, Founder perusahaan Virtual Reality bernama Oculus, tengah menggarap sebuah proyek yang cukup menarik namun menyeramkan. Dirinya mengembangkan sebuah Headset Virtual Reality (VR) yang bisa membunuh penggunanya saat kalah dalam permainan.

Palmer mengungkapkan, untuk membuatnya bekerja, dirinya menempatkan tiga buah peledak di VR ini. Kemudian ia mengaturnya, agar dapat mendeteksi saat layar berkedip merah pada frekuensi tertentu dan berinteraksi ketika game berakhir.

"Saat layar menampilkan game over, muatannya menyala, langsung menghancurkan otak pengguna," ujar Palmer, dihimpun detikINET dari blog resminya, Jumat (11/11/2022).

Ia mengaku bahwa proyek ini terinspirasi dari anime berjudul Sword Art Online. Di dalamnya menceritakan ribuan gamer VRMMORPG yang terjebak di dalam game, karena ulah ilmuwan gila bernama Akihiko Kayaba.

Praktiknya, jika pemain kehabisan darah atau Health Point (HP) mencapai angka 0, maka gamer dinyatakan kalah. Kemudian secara otomatis, otak mereka akan dibombardir oleh gelombang mikro yang luar biasa kuat dari Headset VR bernama NerveGear, dan dapat membunuh penggunanya.

Hanya saja, Palmer mengaku tidak bisa menemukan cara apa pun untuk membuat sesuatu seperti itu. Oleh karenanya, ia menggantinya dengan memasang muatan eksplosif di Headset VR garapannya.

Sayangnya gamer tidak bisa memakai Headset VR tersebut, mengingat produksi sendiri bukan ditujukan untuk dijual ke publik. Dirinya menegaskan bahwa ini hanya sebuah karya seni kantornya.

Sebagai tambahan informasi, bahwa Sword Art Online awalnya merupakan novel karya Reki Kawahara. Kemudian keseruannya dikembangkan dalam bentuk Anime, hingga akhirnya sukses menarik hati banyak orang-orang untuk menyaksikannya.

Kepopulerannya tak hanya menguasai negara asalnya, Jepang. Dengan menawarkan 25 episode, dirinya juga berhasil dicintai penggemar di seluruh dunia.



Simak Video "O Yeong Su 'Squid Game' Tersandung Kasus Pelecehan Seksual"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT