Riot Games Ingin Bangun Ekosistem Video Game yang Jauh dari Toxic

ADVERTISEMENT

Riot Games Ingin Bangun Ekosistem Video Game yang Jauh dari Toxic

Panji Saputro - detikInet
Kamis, 25 Agu 2022 21:41 WIB
Riot Games Bayar Rp 1,4 Triliun Terkait Gugatan Diskriminasi Gender
Riot Games Ingin Bangun Ekosistem Video Game yang Jauh dari Toxic (Foto: Riot Games)
Jakarta -

Riot Games, sebagai salah satu pengembang dan penerbit game kondang dunia, ingin membangun ekosistem video game yang sehat, jauh dari toxic. Mereka meluncurkan program bertajuk Rift Star, dimana Indonesia sendiri menjadi negara pertama yang dijadikan lokasi pelaksanaannya.

Rift Star sendiri, merupakan acara yang sengaja dihadirkan, untuk ikut berkontribusi meningkatkan ekosistem streaming di Indonesia. Hanya saja, ada poin penting yang difokuskan Riot Games dalam program tersebut.

"Para kreator yang dicari adalah kreator yang memiliki konsistensi dalam membuat konten, memiliki ide yang menarik dalam setiap pembuatan konten, dan tidak lupa memiliki attitude yang baik atau bisa dibilang tidak toxic," ujar Resha Pradipta, Country Manager Indonesia dan Malaysia Riot Games, dari keterangan yang diterima detikINET, Kamis (25/8/2022).

Toxic yang dimaksud Resha, yakni dilarang mengucapkan kata-kata maupun melakukan tindakan yang mengandung SARA, seksualitas, bermakna negatif, diskriminatif, menjatuhkan, dan menghina. Menurutnya, selain skill dan kreativitas, softskills juga menjadi bagian penting, agar para kreator dapat menjadi panutan bagi viewer dan penggemarnya.

Program ini ternyata sudah mendapatkan 12 pemenang, di mana para partisipan tersebut melalui tiga tahapan eliminasi selama tiga bulan. Resha berharap, agar mereka memberikan kontribusi pada industri gaming di Tanah Air, khususnya pemain Multiplayer Online Battle Arena (MOBA), melalui konten unik dan menarik.

Kendati begitu, Rift Star yang telah berlangsung, hanya menyuguhkan game League of Legends: Wild Rift. Hanya saja, mereka mengungkapkan, akan membuat program serupa, untuk judul-judul lain seperti Valorant dan League of Legends (PC).

"Kami tertarik sekali tentunya, karena salah satu value yang dimiliki Riot Games adalah berkembang bersama yang bisa kami wujudkan dengan program incubation, dimana program ini bisa jadi media untuk saling berinteraksi dengan rasa empati, ketulusan, dan rasa hormat dengan tagar kebanggaan kami #WRnoToxic," tutup Resha.

Sedikit informasi, Riot Game sudah meluncurkan game online yang sangat populer di dunia, tak terkecuali Indonesia. Setidaknya, raksasa video game ini, telah meluncurkan League of Legends (PC), Valorant, League of Legends: Wild Rift (Mobile), Teamfight Tactics, Legends of Runeterra, Ruined King, dan lain sebagainya.



Simak Video "Cindy Monika Ceritakan Tantangan Koas di Masa Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT