Permainan 'Green Light and Red Light' Squid Game Ada di Fortnite

Permainan 'Green Light and Red Light' Squid Game Ada di Fortnite

Panji Saputro - detikInet
Rabu, 06 Okt 2021 15:41 WIB
Fortnite Battle Royale
Pemain Fortnite Bisa Memainkan 'Green Light and Red Light' Squid Game (Foto: istimewa)
Jakarta -

Kepopuleran serial film Netflix berjudul Squid Game, berhasil memikat banyak penonton. Daya tariknya pun hingga datang ke kalangan para gamer.

Konsep permainan 'Green Light, Red Light' yang tersemat, telah diaplikasikan pada beberapa video game. Salah satunya, yakni menyambangi battle royale besutan Epic Games, Fortnite.

Kendati begitu, mekanik permainan yang tersaji, tidak resmi dihadirkan oleh pengembang game tersebut. Ini merupakan jerih payah hasil karya seorang pemain bernama Glitch King, mengkolaborasikan imajinasi dengan kreativitasnya dalam Creative Mode Fortnite.

Di sini ia berperan sebagai host, yang mengatur jalannya permainan. Pemain yang berhasil memenangkan pertandingan, berhak mendapatkan USD 10 (1.000 v-bucks) atau sekitar Rp 142 ribu.

"Kita akan bermain green light red light. Ketika saya mengatakan green light, kalian bergerak. Ketika menyebut red light, kalian berhenti. Jika ada yang bergerak setelah saya mengatakan red light, maka kalian mati," kata King.

Berbeda dengan versi aslinya di Squid Game, King hanya memberikan batas waktu selama satu menit bukan lima menit. Ia pun mendapati dua pemain yang berhasil mencapai garis akhir.

Setelahnya, King mengubah peraturan, di mana keduanya harus bertarung hingga salah satu kalah. Gelar pemenang akhirnya didapatkan oleh akun bernama Glazer.

Sebenarnya, euforia naiknya Squid Game tidak hanya dirasakan pemain Fortnite. Kenyataannya beberapa game juga turut berpartisipasi, mulai dari Roblox atau Animal Crossing.

Namun sayangnya, popularitas dari film ini, tidak hanya mendatangkan penggemar dalam jumlah besar. Akan tetapi, juga menyeret tuntutan hukum yang dilayangkan kepada mereka.

Diketahui, perusahaan telekomunikasi broadbrand di Korea Selatan menggugat Netflix. Alasannya yaitu jumlah pengikut yang besar, menyebabkan lonjakan lalu lintas dan menurunkan layanan mereka.

SK Broadbrand menuntut, agar layanan streaming online tersebut membayar biaya penggunaan traffic, seiring popularitas yang didapat. Hal ini mengingat, perusahaan teknologi lainnya seperti Amazon, Apple dan Facebook, turut membayar biaya penggunaan jaringan.



Simak Video "Fakta-fakta Drakor Squid Game yang Terinspirasi dari Permainan Anak Korea"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/fay)