Kisah Evos Kenzoo, dari Tukang Cuci Motor Kini Jadi Pro Player Esports

Kisah Evos Kenzoo, dari Tukang Cuci Motor Kini Jadi Pro Player Esports

Sinta - detikInet
Senin, 20 Sep 2021 07:50 WIB
Kisah Evos Kenzoo, dari Tukang Cuci Motor Hingga Jadi Pro Player Esports
Kisah Evos Kenzoo, dari Tukang Cuci Motor Hingga Jadi Pro Player Esports (Foto: garena indonesia)
Jakarta -

Perkembangan industri esports dewasa ini, membuat profesi sebagai pro player semakin diminati, oleh para penikmat scene kompetitif esports.

Seorang atlet esports professional atau yang akrab dikenal pro player, tentu memiliki kisah perjuangannya masing-masing. Untuk mencapai eksistensi dan menjadi seseorang yang diakui, sebagai pemain professional, banyak upaya dilakukan.

Seperti salah satu kisah menarik, Kenzo, mengenai perjalanan karir sebagai pro player, di skema kompetitif Free Fire.

Pemuda bernama lengkap Riki Wando ini, lahir di Cikampak, Sumatera Utara. Ia akrab dikenal dengan nama Kenzoo, di skema kompetitif Free Fire Indonesia.

Ia dan timnya, merupakan juara bertahan Free Fire Indonesia Masters (FFIM) 2020 Fall, hingga FFIM 2021 Spring, dari tim EVOS Divine, di kalangan penikmat Free Fire.

Namun, dibalik kesuksesannya, banyak yang belum mengetahui, bahwa perjuangan Kenzo untuk menempati gelar juara tidaklah mulus.

"Dulu aku kenal Free Fire dari teman. Saat itu orang tuaku belum mampu membelikan smartphone untuk bermain. Jadi aku pinjam hp teman untuk main," kata Kenzoo.

Lalu ia pun menambahkan, lama-lama muncul keinginan untuk punya hp sendiri. Itu pun baru muncul, ketika kerja dan menabung supaya bisa beli handphone.

Kenzoo mengaku sempat berprofesi sebagai tukang cuci motor & mobil di daerahnya dahulu. Kegiatan ini dijalaninya guna membiayai kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, ia juga menabung cukup lama, untuk mendapatkan ponsel pertamanya.

"Aku masih ingat dulu untuk satu motor yang dicuci, dapat uang Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu. Untuk satu mobil, aku bisa dapat Rp 15 ribu," ungkap Kanzoo.

"Aku paling senang kalau waktunya libur lebaran. Karena tempat cuci steam aku ramai. Uangnya aku tabung untuk beli hp, biar bisa main sama teman-teman," tambahnya.

Pemuda yang sempat mewakili Indonesia di ajang Internasional Free Fire World Series 2021 lalu ini, mengungkapkan bahwa dirinya pun tidak menyangka bahwa dengan bermain Free Fire, bisa mengubah hidupnya untuk menjadi lebih baik.

Kini dengan diterimanya Kenzoo di EVOS Divine, ia mampu membantu orang tua untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di rumah.

Kisah Evos Kenzoo, dari Tukang Cuci Motor Hingga Jadi Pro Player EsportsKisah Evos Kenzoo, dari Tukang Cuci Motor Hingga Jadi Pro Player Esports Foto: (garena indonesia)

"Aku senang sekarang bisa bantu orang tua, bisa bantu kasih jajan adikku juga, sejak join di EVOS Divine ini," kata Kenzoo.

Ia juga menjelaskan, ke depannya Kenzoo ingin main lebih bagus lagi. Pemain Evos ini, juga ingin berhasil membawa Indonesia ke gelar Juara lagi di kesempatan yang akan datang.

Terakhir dirinya juga menyampaikan pesan-pesan, untuk para Survivors (sebutan untuk penggemar Free Fire), yang ingin juga sukses sepertinya.

"Jangan pernah jadi pemalas, harus rajin baik sekolah maupun latihan. Aku nggak pernah malas mau itu kerja cuci motor, cuci mobil, atau sekolah. Proses dan usaha yang kita lakukan pasti tidak akan mengkhianati hasilnya nanti," Pungkasnya.

*Artikel ini adalah kerjasama detikINET dan Garena.



Simak Video "Persiapkan Dirimu Sambut Free Fire Master League Season IV"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/afr)