Popularitas Game Mobile Matikan Konsol Genggam? Ini Faktanya

Popularitas Game Mobile Matikan Konsol Genggam? Ini Faktanya

Panji Saputro - detikInet
Selasa, 20 Jul 2021 11:00 WIB
CHIBA, JAPAN - SEPTEMBER 20:  A booth attendant plays a video game on a smartphone during the Tokyo Game Show 2018 on September 20, 2018 in Chiba, Japan. The Tokyo Game Show is held from September 20 to 23, 2018.  (Photo by Tomohiro Ohsumi/Getty Images)
Apakah Kepopuleran Game Mobile Mematikan Konsol Genggam? Nyatanya...(Foto: Tomohiro Ohsumi/Getty Images)
Jakarta -

SocialPeta mengungkapkan, pembelian game mobile mengalami pertumbuhan yang sangat pesat pada tahun 2020. Terlebih, jumlah pengiklan game seluler tumbuh 9% dari tahun sebelumnya.

Namun, apakah kedigdayaannya mematikan pasar konsol genggam, seperti Nintendo Switch? Hal ini mengingat, mulai muncul game mobile baru dengan grafik dan jalan cerita yang memukau.

Ketika PlayStation Vita akhirnya harus tumbang, banyak yang menyalahkan kehadiran game mobile. Kendati begitu, kenyataannya, konsol genggam tidak mati dan pasarnya pun masih semarak seperti biasanya, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (20/7/2021).

Mari berkaca kepada Nintendo Switch, di mana platform game ini mampu mencetak angka penjualan yang fantastis. Apalagi, Nintendo telah menambah produksi dari konsol mereka, sebanyak 30 juta unit pada tahun 2020.

Hal ini disebabkan dari besarnya minat gamer terhadap game Animal Crossing: New Horizons, ditambah kampanye untuk tetap di rumah saja, selama pandemi virus corona berlangsung.

Bahkan penjualannya di Amerika Serikat (AS), lebih tinggi dibandingkan konsol Next-Generation, PS5. Ini menjadi bukti, bahwa konsol genggam tidak kalah saing dengan ekosistem game mobile.

Bukti lainnya datang dari Valve, di mana mereka menawarkan platform PC genggam layaknya Switch, yaitu Steam Deck. Ini dirancang untuk memungkinkan pemain lebih mudah memainkan game Steam di mana dan kapan saja.

Sehingga memungkinkan gamer dapat menikmati game AAA dengan lebih efisien. Karena pemain tidak perlu repot harus menyalakan PC mereka.

Saat ini, gamer sudah dapat melakukan reservasi untuk mendapatkan akses awal pembelian, ketika rilis nantinya pada bulan Desember. Harganya dibanderol mulai dari USD 399 (sekitar Rp 5,7 juta) untuk 64GB.

Lalu USD 529 (sekitar Rp 7,6 juta) untuk 256GB. Sedangkan penyimpanan internal sebesar 512GB, dijual dengan harga USD 649 (sekitar Rp 9,4 juta).



Simak Video "Mengintip Penampakan Nintendo Switch OLED yang Baru Dirilis"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/fay)