Esports Indonesia Mulai Kejar Ketinggalan

Esports Indonesia Mulai Kejar Ketinggalan

Irna Gayatri - Content Writer RRQ - detikInet
Sabtu, 31 Okt 2020 21:26 WIB
Jakarta -

Kemajuan teknologi, membawa video game tak hanya sebagai hiburan, melainkan menjadi industri yang lebih besar. Indonesia pun mengejar ketertinggalan esports.

Sistem score board membuat video game menjadi hiburan yang kompetitif hingga kini berkembang menjadi esports. Di dunia, perkembangan esports telah dimulai sejak 7 dekade lalu. Namun, di Indonesia, esports baru saja menjajaki fase perkembangan awal dengan jumlah turnamen yang semakin bertambah dan pengakuan sebagai cabang olahraga dari pemerintah.

Terkait perkembangan industri esports di Indonesia ini, Andrian Pauline, CEO Team RRQ, membagikan pandangannya kepada detikINET. Ketika ditanya pendapatnya soal alasan esports di Indonesia masih tertinggal, pria yang akrab disapa Pak AP ini tak memungkiri ketertinggalan ini.

Infrastruktur internet di Indonesia diakuinya menjadi salah satu variabel perkembangan esports di Indonesia masih tertinggal. Selain itu, device yang mahal juga menjadi faktor lainnya. Meski begitu, Andrian juga mengakui bahwa saat ini Indonesia mulai mengejar gap ketertinggalan dari negara-negara yang industri esports-nya sudah maju.

CEO Team RRQ Adrian PaulineCEO Team RRQ Andrian Pauline (Foto: Team RRQ)

"Perkembangan esports Indonesia itu sendiri memang tertinggal. Tapi, karena infrastruktur kita semakin baik dan akses informasi juga semakin mudah, jadinya udah mulai ngejar dari negara-negara yang esports-nya maju, seperti China, negara-negara di Eropa, maupun North America," kata Adrian.

Perubahan tren dari PC gaming dan console gaming ke mobile gaming menurutnya telah memudahkan masyarakat Indonesia untuk masuk ke ranah esports.

"Semenjak trennya berubah, banyak game yang bisa dimainkan di platform mobile, di handphone, tentunya ini memudahkan untuk masyarakat Indonesia. Jadi, gap-nya udah mulai terkikis gitu. Dan makin ke sini kan makin banyak handphone-handphone middle low tapi bisa memainkan game-game spek (spesifikasi) tinggi. Jadi, infra (infrastruktur) juga ngaruh, device juga ngaruh, spesifikasinya juga ngaruh secara teknologi," ungkapnya.

Penasaran apa lagi yang diungkapkan oleh CEO of RRQ kepada Tim Detik? Cek selengkapnya di video cover di atas dan di bawah ini:

Artikel ini merupakan kerja sama antara detikINET dengan Team RRQ.

(fay/fay)