Daebak! Evos eSports Diguyur Rp 175 Miliar

Daebak! Evos eSports Diguyur Rp 175 Miliar

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 27 Okt 2020 21:17 WIB
Evos, RRQ Hades, Onic Olympus Siap Turnamen Internasional.
Daebak! Evos eSports Diguyur Rp 175 Miliar (Foto: Garena)
Jakarta -

Evos eSports melalui perusahaan induk Attention Holdings Pte. Ltd (ATTN) mengumumkan telah meraih suntikan dana segar sebesar USD 12 Juta atau setara Rp 175 miliar pada putaran pendanaan seri B.

Pendanaan ini terbilang cukup dekat dengan pendanaan seri A pada November 2019. Guyuran dana segar ini juga menyiratkan bahwa lahan eSports menarik perhatian investor meski dihajar pandemi COVID-19.

Pendanaan Evos kali ini bersumber dari investor yang dipimpin oleh Korea Investment Partners yang diikuti perusahaan lainnya, seperti Mirae Asset Ventures, Woowa Brothers, Indogen Capital, PT Surya Semesta Internusa Tbk, Selera Capital, Mandiri Investments Singapore, Jagartha Capital, Insignia Ventures Partners selaku investor awal dan beberapa perusahaan keluarga lainnya di Asia Tenggara dan Jepang.

Sang-Ho Park, Executive Director of Korea Investment Partners yang juga akan bergabung dalam jajaran direksi ATTN mengungkapkan, saat ini eSport menjadi salah satu industri dengan pertumbuhan yang sangat pesat dan ATTN dinilai mengukuhkan posisinya sebagai platform eSports terdepan se-Asia.

"Tim Evos esports secara jelas mengambarkan roadmap industri ini ke depannya. Untuk itu, menurut kami, Ivan dan tim sudah berada jalur yang tepat untuk membangun ekosistem eSports terbesar di Asia," ujarnya seperti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/10/2020).

Evos EsportsEvos Esports Foto: Evos Esports

Melalui bisnis live streaming, ATTN melaporkan bahwa pendapatan perusahaan mengklaim mengalami peningkatan setiap bulannya sejak awal 2020 dari total pendapatan perusahaan yang melampui pendapatan tahun 2019, walau di tengah pandemi COVID-19.

Selain itu, performa EVOS Esports telah menjadikan ATTN sebagai market leader di industri esports regional dan berkembang menjadi brand esports terbesar ke-6 di dunia.

"Dengan portfolio global dan pengalaman panjang mereka di industri, kami percaya bahwa bisnis ini akan melesat lebih tinggi lagi," ucap Ivan Yeo, Chief Executive Officer ATTN.

Lebih lanjut, Ivan juga menjabarkan potensi market dan rencana perusahaan ke depannya. Disampaikannya bahwa pendapatan eSports global diproyeksikan meningkat hingga 15% CAGR, sementara pertumbuhan tertinggi terjadi di kawasan kami yaitu 24% CAGR.

"Banyaknya daerah yang belum terjangkau esports di negara kami beroperasi menjadi peluang bagi kami untuk memperluas jangkauan serta menjadikan Indonesia sebagai pusat eSports terbesar di Asia," kata Ivan.

Evos Esports didirikan sejak tahun 2016. Sejak saat itu menoreh beragam kesuksesan dalam kejuaraan eSports di Indonesia melalui tim yang dibentuk khusus untuk memainkan berbagai jenis game seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, Point Blank, Free Fire, dan Arena of Valor (AOV).



Simak Video "EVOS eSport Luncurkan Program Membership se-Asia Tenggara"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)