Tak Cuma Masker dan Hand Sanitizer, Nintendo Switch Pun Langka

Tak Cuma Masker dan Hand Sanitizer, Nintendo Switch Pun Langka

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 01 Apr 2020 05:42 WIB
nintendo switch kontroler
Ilustrasi Nintendo Switch. Foto: istimewa/gamespot
Jakarta -

Pandemi corona tak cuma menimbulkan kelangkaan masker dan hand sanitizer di banyak negara, bahkan konsol Nintendo Switch yang sulit ditemukan dan harganya meroket.

Kelangkaan konsol jagoan Nintendo ini terjadi di Amerika Serikat, di mana banyak toko yang kehabisan Switch dan kalau pun ada yang menjual, harganya jauh di atas harga yang disarankan oleh Nintendo

Sebagai informasi, sebelum pandemi corona ini, Nintendo Switch lazim dijual dengan harga USD 299 atau sekitar Rp 4,8 juta. Namun kini harga konsol tersebut setidaknya adalah USD 399 dan banyak yang menjual dengan harga jauh lebih mahal.

Bahkan, Nintendo Switch termurah di Amazon saat ini harganya adalah USD 460. Nintendo mengakui banyak toko di Amerika Serikat yang kehabisan stok Switch. Namun mereka menjanjikan segera mendistribusikan stok Switch baru.

Nintendo Switch edisi Animal CrossingNintendo Switch edisi Animal Crossing Foto: Nintendo

Sebelumnya diberitakan, Wabah virus corona juga mengganggu produksi dan pengiriman beberapa produk Nintendo. Termasuk, produksi Nintendo Switch edisi Animal Crossing: New Horizons.

Pre-order untuk Nintendo Switch edisi Animal Crossing ini harusnya dibuka di Jepang pada 8 Februari mendatang. Namun, jadwal pre-order tersebut diputuskan untuk diundur hingga waktu yang belum ditentukan.

Perangkat-perangkat tersebut saat ini diproduksi di China. Tapi Nintendo mengatakan gangguan produksi ini hanya akan mempengaruhi pasar domestik di Jepang.

Walau Nintendo mengatakan dampak dari penundaan pengiriman ini hanya terbatas di pasar Jepang, analis memperkirakan hal ini juga bisa menimbulkan masalah di pasar lain seperti Amerika Serikat.

"Ketika melihat konsol game secara spesifik, kami mencatat bahwa 96% dari konsol video game yang diimpor ke AS pada 2018 diproduksi di China," kata analis dari Niko Partners, Daniel Ahmad kepada CNBC.



Simak Video "Bocah SD di Purwakarta Belajar Menjahit Isi Waktu Luang saat Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/afr)