Selasa, 27 Agu 2019 21:41 WIB

Rudiantara: Jangan Remehkan Atlet eSport

Josina - detikInet
Foto: Josina/detikINET Foto: Josina/detikINET
Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan dukungan penuh pemerintah untuk perkembangan ekosistem eSport di Indonesia. Infrastruktur dan ekosistem yang menunjang perkembangan pun terus disediakan.

Pada acara konferensi pers IDBYTE 2019 di kantor Kominfo, Selasa (27/8/2019), Rudiantara menyampaikan bahwa industri eSport menjadi salah satu fokus pada tahun ini.

Menurutnya eSport harus dikembangkan mengingat banyaknya potensi keuntungan yang bisa didapat dari industri ini. Oleh karena itu semua pelaku industri ini dapat berkolaborasi dan mendukung acara dan ajang seperti turnamen eSport di IDBYTE 2019.




Selain itu, Rudiantara menyebut eSport bisa bantu mencegah terjadinya dampak negatif di masyarakat lewat beberapa dampak positif seperti prestasi, profesi, dan development.

"Pertama, adalah prestasi. Pada ajang SEA Games tahun ini eSport akan dipertandingkan, lalu Asian Games 2022 juga dipertandingkan. Saya yakin nanti eSport juga akan dipertandingkan di Olimpiade," ucapnya.

Dengan atlet Indonesia ikut bertanding di ajang eSport, salah satu yang diharapkan adalah torehan prestasi buat bangsa Indonesia. Itu mengapa Rudiantara juga mengatakan agar atlet eSport tak berbeda dengan olahraga lain.




"Kita jangan meremehkan atlet eSport. Kalau dipertandingkan, eSport tidak beda dengan olahraga seperti catur. eSport memerlukan kemampuan otak dan fisik," tuturnya.

Kedua, adalah profesi. Rudiantara mengibaratkan bahwa tim-tim eSport sudah bagaikan klub sepakbola. Mulai dari bagian pemantauan talenta (scouting) atau kepindahan dari satu tim ke tim lain (transfer), misalnya.

Ia pun mengatakan penghasilan atlet eSport sangat menggiurkan. Ia mencontohkan YouTuber gaming Tobias Justin, yang dikenal dengan nama Jess No Limit dan sudah memiliki lebih dari 6 juta subscriber di Youtube. Menurutnya, profesi eSport bisa semakin dilirik.




"Pendapatan seperti Jess No Limits sudah pasti lebih besar dari pendapatan menteri," ceplos Rudiantara.

Dan ketiga adalah develop, di mana aplikasi atau game buatan pengembang Indonesia harus mendapatkan dukungan penuh. Mereka harus diberi kesempatan untuk mengembangkan game, aplikasi, animasi, dan lain-lain. Di sisi lain, Rudiantara menambahkan bahwa dukungan penuh dari pemerintah tersebut juga dibarengi dengan usaha mengantisipasi potensi risiko yang ada dari dunia eSport.

"Jadi anak-anak muda sekarang harus diberi kesempatan jntuk mendevelop game, aplikasi video animasi dan lainnya. Ini kesempatan bagi Indonesia," tuturnya. "Jadi pemerintah memfasilitasi, mengakselerasi. Tapi pemerintah juga memitigasi risiko dari dunia eSport ini."






Simak Video "Kuy Main-main ke Markas Onic Esports di Grogol!"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/krs)