Rabu, 10 Jul 2019 14:22 WIB

Jalan Tak Mudah ke The International 2019, Ajang Akbar Dota 2

Tim EVOS - detikInet
Foto: Dok. Evos Foto: Dok. Evos
Jakarta - The International (TI) 2019 adalah ajang akbar eSport di Dota 2. Sesuai gengsi dan predikatnya, tak mudah untuk bisa tampil di ajang tersebut.

Di kalangan gamer, terutama yang bermain Dota 2, TI 2019 sudah amat ditunggu-tunggu. Edisi teranyar bahkan telah mengukir rekor baru dalam hal prizepool. Jumlahnya, sampai saat ini, terpantau ada di angka USD 26.490.296.

Untuk bisa mendapat tempat di pentas utama ajang penuh gengsi seperti itu pun tidaklah mudah dan berliku. Salah satu gambarannya bisa dilihat dari sepak terjang salah satu tim eSport Indonesia, EVOS Esports.

Jalan Terjal ke The International 2019, Ajang Akbar Dota 2Foto: Dok. Evos

EVOS Esports mengikuti SEA Open Qualifiers pada tanggal 3 Juli dengan roster baru yaitu Whitemon, Vlaicu, Aville, Facehugger, InYourdreaM. EVOS Esports sendiri pada dasarnya bukanlah wajah baru dalam Open Qualifiers TI Dota 2.

"TI itu tujuan sih, semua pemain PRO players Dota 2 pasti tujuannya TI, prizepool nya bisa ngerubah hidup, dan juga ingin ngerasain di event International yang diadakan setahun sekali," ujar Vlaicu.

Jalan Terjal ke The International 2019, Ajang Akbar Dota 2Foto: Dok. Evos

Di TI 2019, tim EVOS Dota 2 kembali berusaha menembus Main Event agar dapat menjadi tim eSport pertama dari Indonesia yang mampu melakukannya. Tetapi persaingan yang sengit membuat langkah akhirnya harus terhenti.

Usai berjibaku di kualifikasi tertutup atau closed qualifier TI 2019 untuk regional Asia Tenggara, EVOS tersisih di fase pertama setelah menjadi satu dari empat tim terbawah -- empat tim teratas maju ke fase kedua. Jalan menuju TI memang tidaklah mudah.



----

Artikel ini merupakan kerja sama antara detikINET dengan EVOS Esports.

Jalan Tak Mudah ke The International 2019, Ajang Akbar Dota 2
(krs/fyk)