Jumat, 22 Mar 2019 18:40 WIB

Menpora Imam Nahrawi Respons Wacana Fatwa Haram PUBG

Mercy Raya - detikInet
Foto: PUBG Mobile Foto: PUBG Mobile
Jakarta - Menpora Imam Nahrawi meminta masyarakat komprehensif dalam menyikapi fatwa haram game PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG). Menurutnya, MUI Jabar punya pertimbangan dalam mengkaji hal tersebut.

"Ya, kami harus melihat secara komprehensif. Sisi apa yang kemudian dikhawatirkan kepada (game-red) PUBG," kata Imam ketika ditemui di Kantor Kemenpora, Senayan, Jumat (22/3/2019).

"Apakah karena di sana ada dialog, permainan-permainan yang cenderung mengarah ke sikap tertentu. Tentu masing-masing punya cara pandang. Mungkin dari sisi etik, hukum, moral, bisa jadi MUI punya pandangan. Tapi bagi gamer bisa jadi ada pandangan lain," ujarnya kemudian.



Wacana mengeluarkan fatwa haram game PUBG mengemuka pascakasus penembakan brutal yang menewaskan puluhan orang yang tengah beribadah di dua masjid Selandia Baru. Pelaku penyerangan disebut-sebut terinspirasi game berbasis online tersebut.

MUI Jabar merespons fenomena itu dengan mengkajinya. Nantinya, kajian tersebut akan menjadi dasar rekomenasi atau masukan kepada MUI Pusat.

Namun, pengkajian itu di satu sisi memberikan dampak bagi olahraga e-sport yang saat ini tengah ditingkatkan trennya. Baik oleh Asosiasi Esports Indonesia (IeSPA) maupun Kemenpora.

Tonton Juga: 'Kominfo: PUBG Hanya Boleh Dimainkan 18 Tahun ke Atas'

[Gambas:Video 20detik]


"Karenanya, sekali lagi kami harus melihat secara komprehensif bagaimana pengembangan olahraga digital dan bagaimana prospek prestasinya. Kalau dari sisi hukum moral tentu kami akan mendukung," kata menteri asal Bangkalan tersebut.

"Tentu ini kesempatan operator, pengelola, yang tengah menangani menggeluti e-sport bisa memberikan referensi dan alasan MUI," ujar dia. (mcy/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed