Jumat, 01 Feb 2019 11:31 WIB

Bocah 11 Tahun Surati Menteri Minta Blokir PUBG

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Seorang bocah 11 tahun datang ke pengadilan tinggi di Mumbai, India, untuk meminta pemblokiran game PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) di India. Apa alasannya?

Ahad Nizam, nama bocah itu, mendaftarkan petisi itu melalui ibunya, dan menyebut game itu mempromosikan kekerasan, agresi, dan cyber bullying. Dalam petisi itu, ia meminta pengadilan untuk meneruskan permintaannya itu ke pemerintahan Maharashtra agar game itu bisa diblokir.




"Petisi itu juga meminta pemerintah pusat untuk membentuk Komisi Tinjauan Etika Online untuk melakukan pengecekan secara berkala terhadap konten online yang menjurus ke kekerasan semacam ini," ujar pengacara Tanveer Nizam seperti dikutip detikINET dari Times of India, Jumat (1/2/2019).

Tak sekadar mengajukan petisi, si bocah ini juga menyurati sejumlah menteri di India terkait permintaannya itu. Menteri itu antara lain adalah Menteri Elektronika dan Teknologi Informasi Ravi Shankar Prasad, Menteri Pendidikan Maharashtra Vinod Tawde, dan Menteri Utama Maharashtra Devendra Fadnavis.




Kisah Nizam ini, secara khusus tindakannya menyurati sejumlah menteri di India untuk minta PUBG diblokir, menjadi viral. Apalagi saat ini PUBG memang sedang ramai dibahas di India.

Di India, ada yang sampai mengibaratkan PUBG seperti narkoba akibat pengaruh buruknya terhadap prestasi siswa sekolah. Perdana Menteri Narendra Modi bahkan sampai ikut menyebut-nyebut PUBG.






Simak juga video 'Tiru PUBG, CS:GO Kini Punya Mode Battle Royale!':

[Gambas:Video 20detik]

(asj/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed