Kamis, 29 Nov 2018 14:00 WIB

Kampus di Semarang Ini Punya Kelas eSport, AoV pun Dipelajari

Angling Adhitya Purbaya - detikInet
Kelas esport di Udinus Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikINET Kelas esport di Udinus Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikINET
Semarang - Bagaimana rasanya kalau kampus kalian menawarkan kelas esport? Buat para penggemar game, tawaran ini pasti dianggap sesuatu yang keren dan mengasyikkan.

Bukan sekadar khayalan, kelas e-sport ada di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. Jadi di sini, mahasiswa bisa main game lebih "serius" sebagai bekal menjadi atlet esport atau pemain esport profesional nantinya.


Keren, Kampus di Semarang Punya Kelas e-SportFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikINET


Terwujudnya program tersebut berawal dari kerjasama Udinus dan Indonesia eSport Association (IeSPA) Jawa Tengah. Kegiatan kelasnya dimulai sejak bulan September 2018 lalu.

Kelas esport di Udinus Semarang berada di gedung D lantai 5 ruang 13. Saat detikINET berkunjung ke sana, ada 6 mahasiswa duduk berjajar melihat layar besar yang menampilkan game Arena of Valor (AoV) dan dua pengajar sedang menjelaskan strategi dan skill dari karakter game tersebut.




Setelah mendengarkan penjelasan, para mahasiswa itu duduk membentuk lingkaran dan mengeluarkan smartphone mereka. Main bareng pun dimulai, para mahasiswa langung mempraktekkan apa yang sebelumnya dijelaskan pengajar.

Di ruangan itu, ada juga 5 unit komputer gaming. Di komputer itu, mahasiswa mendalami game League of Legends, Defence Of The Ancient 2 (DotA 2) dan Counter Strike: Global Offensive (CS:GO). Sedangkan game mobile selain AoV yang dipelajari yaitu Mobile Legends.

"Nantinya juga ada PUBG baik mobile atau PC," kata Ketua IeSPA Jateng Nicodemus Dimas Nugrah Widiutomo, yang juga mengajar kelas esport di kampus tersebut.

Keren, Kampus di Semarang Punya Kelas e-SportFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikINET


Nicodemus menjelaskan, awalnya IeSPA Jateng memiliki keinginan untuk membentuk atlet esport di Jawa Tengah. Kemudian, melihat reputasi Udinus di bidang IT cukup menonjol, maka dijalinlah kerjasama program tersebut.

Hal itu juga didukung oleh Wakil Rektor IV Bidang Penelitian & Kerjasama Udinus Pulung Nurtantio Andono, yang juga seorang gamer.

"Kami rindu di Jateng ada pembinaan agar mereka ini jadi profesional. Kalau cuma ikut event lokal saja tidak berkembang, harus ada pembinaan dan pembinaan itu kami harus berhubungan dengan bidang pendidikan," jelasnya.

Keren, Kampus di Semarang Punya Kelas e-SportFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikINET


Peserta program tersebut saat ini mencapai 25 orang meski peminatnya banyak saat pertama kali dibuka. Sempat terjadi miss prosedur ketika 250 peminat mendaftar. Pada akhirnya, tersisa 25 mahasiswa dari berbagai jurusan di Udinus mengikuti kelas tersebut.

"Untuk kelasnya, jamnya kita menyesuaikan mahasiswa agar tidak mengganggu kuliah lainnya. Ini bukan mata kuliah ya, kalau di sekolah semacam ekstra kulikuler," terang Nicodemus.

Para peserta program e-sport juga ternyata sempat terkendala izin orang tua karena dianggap mereka hanya main-main. Pihak IeSPA pun memberikan edukasi ke mahasiswa untuk bisa menjelaskan apa itu esport dan potensinya kepada orang tua masing-masing.

Keren, Kampus di Semarang Punya Kelas e-SportFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikINET


"Ya memang pasti ada pro kontra. Kami meyakinkan dengan cara jelas, lagipula di Asian Games 2018 kemarin juga sudah masuk," urainya.

Salah satu peserta, M Faris Al Kautsar mengaku senang di kampusnya ada esport. Dengan demikian, hobi bermain gamenya bisa tersalurkan lebih positif. Mahasiswa asal Pangkalan Bun itu juga harus menjelaskan ke orang tuanya karena sempat ditentang.




"Ya harapannya bisa jadi atlet. Sebelumnya ikut kompetisi lokal tapi belum juara. Saya juga ingin tunjukkan ke orang tua kalau main game juga bisa berprestasi," ujar mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Udinus semester 3 itu.

Kepala Biro Kerjasama dan Urusan Internasional Udinus Usman Sudibyo mengatakan, program esport di Udinus merupakan program berbayar yaitu Rp 1,3 juta per semester.

Saat ini, program tersebut masih pada tahap awal dan untuk menjadikannya sebagai program studi, perjalanannya masih panjang karena harus melewati Kemenristekdikti.

"Kita inginnya ada atlet esport dari Udinus. Sebentar lagi ada kompetisi juga. Meski demikian kita mewanti-wanti agar tidak mengganggu jam kuliah mahasiswa," tandas Usman.

(rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed