Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Bekraf Game Prime 2016
Seluruh Game di Indonesia Segera Diberi Rating
Bekraf Game Prime 2016

Seluruh Game di Indonesia Segera Diberi Rating


Muhammad Alif Goenawan - detikInet

Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET
Jakarta - Rencana pemberian rating untuk semua game yang beredar di Indonesia terus jadi pembahasan di Asosiasi Game Indonesia (AGI). Usul ini pun ditampung dan siap didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Ditemui di acara Bekraf Game Prime 2016, Dirjen Aptika Kominfo, Semuel A. Pangerapan mengatakan bahwasanya rating untuk game memang penting. Mengingat saat ini marak beredar game yang mengandung unsur kekerasan atau seksual yang tidak mungkin dimainkan oleh anak-anak di bawah umur.

"Kami di Kominfo membuat regulasi, dan regulasi itu harus dijalankan. Saat ini baru saja dibuat yang namanya Indonesia Game Rating System (IGRS), dimana situsnya juga baru saja diluncurkan. Nah nantinya akan dikelola bersama-sama, baik itu dari pemerintah maupun komunitas," tutur Semuel di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sudah dibuat, Semuel mengatakan belum ada pembentukan pengelolaan. "Belum berjalan. Kami masih menentukan siapa yang mengelola dan siapa saja yang terlibat. Seperti misalnya kalau untuk anak-anak nanti mungkin akan ditangani oleh KPAI. Begitupula dari sisi psikologi yang mungkin akan dikaji oleh psikolog," lanjut Semuel.

Lebih lanjut Semuel mengatakan jika nantinya IGRS ini diterapkan maka semua game yang masuk dan beredar di Indonesia baik itu dari dalam maupun luar harus mengikuti aturan dengan cara diberikan klasifikasi. Kalau tidak mau maka akan dilakukan pemblokiran.

Selain pemberikan rating berdasarkan klasifikasi umur, Semuel berharap nantinya juga akan ada penerapan level playing field yang sama.

"Umpamanya begini, saya pelaku bisnis konten. Konten di Indonesia dia bayar pajak, lho kok ada konten dari luar masuk Indonesia kok gak bayar pajak. Nah itu kan level playing field-nya artinya tidak sama," ujar Semuel.

Tak hanya itu, Semuel juga menegaskan bahwasanya penerapan rating ini juga harus melibatkan kerjasama dengan negara-negara lain. Hal ini tak lain untuk menghindari terjadinya dua kali klasifikasi. Karenanya, memang harus ada pembicaraan mendalam terkait keputusan ini.

Kominfo sendiri saat ini masih menunggu kapan asosiasi dan komunitas berembuk bersama untuk membicarakan dan menggodok aturan ini. "Nah, makanya saya sudah mengundang kepada semua komunitas dan asosiasi, kapan kita duduk bareng? Dari Kominfo sendiri sudah siap secara regulasi dan sistem," pungkasnya. (mag/rou)







Hide Ads