PlayStation VR Sebar 'Virus' Virtual Reality di Indonesia

PlayStation VR Sebar 'Virus' Virtual Reality di Indonesia

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Kamis, 20 Okt 2016 10:08 WIB
Foto: detikINET/M. Alif Goenawan
Jakarta - Selang peluncuran global pada 13 Oktober 2016 lalu, Sony akhirnya resmi memboyong PlayStation VR ke Indonesia. Dibanderol Rp 6.690.000, Sony ingin menyebar 'virus' virtual reality.

Mulai tingginya animo tren virtual reality di Indonesia turut dirasakan oleh Sony. Tak ingin ketinggalan momentum itu, raksasa elektronik asal Jepang ini langsung menyerbu pasar virtual reality di Indonesia dengan PlayStation VR.

"Kami melihat game berbasis virtual reality saat ini memang tengah menjadi tren khususnya bagi pengguna smartphone. Oleh karena itu kami juga berencana masuk ke dalam pasar itu, tentunya dengan virtual reality," ujar Ian Purnomo, Asistant Manager Marketing Departement Sony Interactive Entertainment di Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Tak sekadar merilis perangkat, Sony juga telah menyiapkan ekosistem dari headset berupa game virtual reality. Menurut Ian, saat ini sudah ada 32 judul game yang siap dimainkan.

Jumlah ini pun juga akan bertambah seiring dengan banyaknya developer yang mengembangkan game berbasis virtual reality. "Kurang lebih sudah ada 230 developer dan publisher game yang kami gandeng. Salah satunya adalah Ubisoft," ujar Ian kemudian.

Sony Mulai Sebar 'Virus' Virtual Reality di IndonesiaFoto: detikINET/M. Alif Goenawan


Tidak seperti headset HTC Vive dan Oculus Rift yang membutuhkan PC, PlayStation VR menggunakan PlayStation 4 sebagai mesin proyeksi konten virtual reality. Ia juga membutuhkan PlayStation Camera sebagai pembaca sensor.

Oleh karena itu, Sony memberikan paket bundling dengan PlayStation Camera seharga Rp 7.390.000. Saat ini perangkat sudah tersedia di Sony Center dan toko game GS Shop.

(mag/ash)