Ups! Uncharted 4 Ambil Gambar Assassin's Creed Black Flag

Ups! Uncharted 4 Ambil Gambar Assassin's Creed Black Flag

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Kamis, 25 Feb 2016 13:56 WIB
Foto: internet
Jakarta - Terjadi kehebohan dalam trailer story terbaru Uncharted 4: A Thief's End. Pasalnya, dalam trailer game Naughty Dog itu terdapat lukisan yang sama persis dengan yang digambarkan di buku seni Assassin's Creed IV: Black Flag (ACIV).

Hal ini tentu mengundang kegaduhan di kalangan pegawai Ubisoft yang merasa memiliki hak cipta dari gambar tersebut. Penampakan lukisan yang dianggap plagiat itu pertama kali disadari oleh seorang pekerja di Ubisoft Montreal, Azaïzia Aymar.

Sontak, ia langsung berkicau melalui Twitter. "Wooow Uncharted 4 menggunakan salah satu karya seni ACIV di trailer mereka... Aku paham dengan judul 'thief' sekarang!," kicau Aymar sembari membubuhkan link YouTube.

Tak cuma Aymar, kejadian ini bahkan mengundang perhatian sejumlah staf di Ubisoft Montreal, termasuk sang bos, Alex Hutchinson. Ia kemudian mengirim pesan lewat Twitter kepada Jonathan Cooper yang bekerja di Ubisoft sebelum pindah ke Naughty Dog.




"Apakah mengerjakan konsep seni sendiri membuat dua kali pekerjaan?" tutur Hutchinson sembari membubuhkan emoticon tersenyum. Dibandingkan dengan Hutchinson dan Aymar. Director Black Flag Ashraf Ismail bahkan bereaksi lebih sinis lagi.

Tanpa tedeng aling-aling, ia melontarkan tweet kepada Naughty Dog. "Emm terimakasih atas penghormatannya," kicau Ismail. Lalu apa tanggapan Naughty Dog dan Sony selaku empunya game terhadap peristiwa ini?

Untungnya dengan tanggap mereka langsung merespons peristiwa tidak mengenakkan ini dan langsung menurunkan trailer dan menggantinya dengan yang baru. Pihak Sony mengkonfirmasi kejadian itu sebagai kesalahan yang disesalkan.

"Dalam keinginan kami untuk mendapatkan trailer cerita yang wah kami membuat kesalahan yang disesalkan sehingga tidak memeriksa kembali artwork yang dipakai dalam game. Kami telah mengupdate trailer. Kami sangat mengapresiasi karya seni dan bertanggung jawab atas kejadian ini," tutur Sony dalam keterangannya dikutip detikINET dari Gamespot, Kamis (25/2/2016). (mag/ash)