Tujuh negara yang dimaksud antara lain Indonesia, China, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam. Ajang CSOWC sendiri sudah tiga kali digelar dengan China sebagai tuan rumah di tahun 2012 dan 2013 serta Korea Selatan di tahun 2014.
Kini, melalui publisher Megaxus dan Nexon, CSOWC 2015 dihelat di Indonesia. "Merupakan sebuah kebangaaan tersendiri bagi Megaxus untuk bisa menghadirkan kompetisi bertaraf internasional seperti CSOWC 2015. Kompetisi ini merupakan langkah yang kami yakini bisa membawa harum nama bangsa melalui kompetisi eSport," papar Eva Muliawati, CEO Megaxus Infotech pada konferensi pers di Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (5/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Golden Luck dan Famous akan bertarung dengan enam tim lainnya untuk memperebutkan total hadiah senilai USD 40.000 atau sekitar Rp 543 juta.
Adapun juara pertama akan mendapatkan hadiah senilai USD 25.000 atau Rp 340 juta, juara kedua USD 10.000 atau Rp 135 juta, dan juara ketiga USD 5.000 atau Rp 67 juta.
Meski bertemakan kejuaraan dunia, negara-negara yang berpartisipasi didominasi dari Asia. Menurut Lee Yoo Jin, CSO Live PM Unit Nexon, hal ini dikarenakan sistem Counter Strike yang dipakai dalam turnamen ini serupa dengan yang diaplikasikan di tujuh negara.
"Walau hanya di tujuh negara, tapi Valve dan negara-negara lain mendukung turnamen ini diselenggarakan," jelas Yoo Jin di kesempatan yang sama.
(ash/ash)