Kamis, 22 Okt 2015 14:40 WIB

Lagi, Pembesut Angry Birds Pangkas Ratusan Karyawan

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
(Reuters) (Reuters)
Jakarta - Upaya Rovio merampingkan perusahaan telah mencapai hasil akhir. Pembesut game mobile populer Angry Birds itu, kembali memangkas ratusan karyawannya.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kali ini berdampak pada 25% dari total karyawannya di seluruh dunia, atau sekitar 213 orang. Angka tersebut sebenarnya berkurang dari rencana awal Rovio pada Agustus 2015 lalu. Kala itu, Rovio mengumumkan akan merumahkan 260 karyawan atau sekitar 39% dari total karyawan global.

Dikutip detikINET dari Tech Crunch, Kamis (22/10/2015), pemangkasan akan berlaku hampir di seluruh kantor cabang Rovio di seluruh dunia, kecuali mereka yang bekerja di rumah produksi film The Angry Birds dan kantor Rovio di Kanada.

Pemangkasan ini tak lain merupakan bagian dari restrukturisasi perusahaan. Rovio sendiri saat ini fokus di tiga area, yakni game, media, dan consumer product.

Juru bicara Rovio mengatakan, bahwa ketiga fokus area itu sudah termasuk rencana perusahaan mendirikan pusat pembelajaran (e-learning). Tak hanya itu, Rovio juga tetap akan melanjutkan bisnis penerbitan buku Angry Birds yang sudah digeluti beberapa waktu lalu.

PHK kali ini tercatat merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu satu tahun. Sebelumnya pada Oktober 2014 lalu, Rovio pernah memangkas karyawan sebanyak 16% atau 130 orang dari seluruh dunia.

Ya, Rovio memang tidak lagi 'terbang' setinggi ketika merilis Angry Birds 2009 lalu. Kala itu, aplikasi game ini dengan cepat merangkak di tangga popularitas.

Meski Angry Birds mendapat predikat sebagai game yang paling banyak didownload sepanjang masa, tak berarti kepopulerannya masih seperti dulu. Game baru dengan cepat berdatangan dan secara perlahan mulai menggeser popularitas game burung ngamuk itu.

(rns/rns)