Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Punya 20 Kaki, Bentuk Robot Ini Disebut Paling Sempurna

Punya 20 Kaki, Bentuk Robot Ini Disebut Paling Sempurna


Fino Yurio Kristo - detikInet

Robot 20 kaki
Foto: Live Science
Jakarta -

Sebuah robot yang sedang dikembangkan di Universitas Duke menarik perhatian. Alih-alih merancang robot yang menyerupai manusia, anjing, atau serangga, profesor teknik Boyuan Chen dan timnya membuat robot unik bernama Argus.

Robot berbentuk bulat yang dinamai dari raksasa bermata banyak dalam mitologi ini punya kamera sensor kedalaman yang terpasang pada 20 kaki teleskopik yang memancar dari inti pusatnya. Tanpa bagian depan, belakang, atas, atau bawah, robot ini dapat melihat dan bergerak ke segala arah secara instan.

"Alih-alih mengukur bagaimana kaki Anda tersusun di berbagai bagian tubuh yang berbeda, kami mengukur seberapa cepat Anda dapat bergerak ke segala arah. Siapa yang bilang, kalau kita memiliki robot untuk membantu kita dengan cara paling efektif, wujudnya harus terlihat seperti kita?" sebut Chen dikutip detikINET dari Associated Press.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam eksperimen, Argus menavigasi pantai berpasir dan semak di hutan, berguling melewati rintangan, dan menstabilkan diri setelah didorong. Robot ini mampu memanjat di antara dinding bata dengan mengganti-ganti gerakan menopang dan mendorong menggunakan kaki-kakinya. Jika satu atau beberapa motor penggerak mati atau ada kaki patah, ia tetap dapat berfungsi.

"Melihat Argus bergerak tidak seperti melihat robot-robot lain yang pernah kami tangani sebelumnya," kata Jiaxun Liu, mahasiswa pascasarjana sekaligus rekan penulis studi tentang Argus.

ADVERTISEMENT

"Pertama kali kami melihatnya menavigasi di antara pepohonan dan medan yang kasar, bahkan saat mengalami benturan keras, kami tahu bahwa robot ini adalah sesuatu yang berbeda," cetusnya.

Sebagai bagian penelitian, ahli mengembangkan prinsip desain baru yang disebut isotropi dinamis, yang menilai robot dalam skala 0 hingga 1 berdasarkan seberapa seragam mereka dapat berakselerasi ke segala arah. Sebagian besar robot saat ini, termasuk robot humanoid dan drone, mendapat skor di bawah 0,6. Argus meraih skor 0,91.

"Ketika sebuah robot dapat berakselerasi sama baik ke segala arah, robot tersebut tak lagi harus menghadap dunia dengan cara tertentu," ujar Chen, yang berharap prinsip serupa kelak dapat memandu pengembangan robot pencari dan penyelamat (SAR), kendaraan bawah air atau udara, maupun robot dengan kemampuan menggenggam objek.

"Daripada merancang tangan robot yang menyerupai tangan manusia salah satu gagasannya adalah menjadikan Argus itu sendiri sebagai sebuah tangan, dan ia mampu memanipulasi objek dari segala arah," jelasnya.




(fyk/vmp)
TAGS




Hide Ads