Data tersebut didapat dari Newzoo, sebuah perusahaan peneliti game. Mereka mengumpulkan informasi pendapatan dari video game hingga tahun 2015.
Dari daftar tersebut terlihat bahwa China berhasil unggul dari Amerika Serikat, namun dengan selisih yang tipis, yakni USD 22,23 miliar atau nyaris mencapai Rp 300 triliun (USD 1 = Rp 13.500) untuk China dan USD 21,96 miliar untuk AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan begitu, dikutip detikINET dari Gamespot, Senin (16/10/2015), ini menjadi yang pertama kalinya bagi China mengalahkan AS dalam hal pendapatan dari video game. Tak heran, ini sekaligus menjadi alasan utama mengapa Microsoft dan Sony ngebet ingin memasarkan konsolnya di negara tersebut.
Lebih lanjut, di bawah AS ada Jepang yang hanya memiliki jumlah pendapatan video game USD 12,33 miliar, diikuti nomor empat Korea Selatan dengan pendapatan hanya USD 4 miliar dalam setahun. Negara lain yang masuk ke dalam daftar top 10 antara lain, Jerman, Inggris, Perancis, dan Kanada.
Secara keseluruhan, bila mengacu dari laporan Newzoo, jumlah pendapatan game di dunia mencapai USD 91,5 miliar. USD 83 miliar di antaranya atau sekitar 91% datang dari top 20 negara.
(asj/asj)