Game hasil 'keroyokan' tersebut diciptakan sebagai bentuk kepedulian industri game terhadap anak-anak korban peperangan.
Adapun developer game yang dimaksud terdiri dari 343 Industries (Halo), Creative Assembly (Total War), Sports Interactive (Football Manager), dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kala itu, musisi-musisi tersebut menciptakan sebuah album dimana hasil penjualannya disumbangkan untuk War Child, organisasi non profit yang memberikan bantuan kepada anak-anak di daerah konflik. Langkah tersebut kini diikuti para developer game tadi.
"Kinerja dari War Child ini sangat mengagumkan. Ia berkutat pada pemikiran yang sederhana bahwa tidak ada anak kecil yang memulai perang, jadi tidak seharusnya mereka terkena dampaknya," papar Miles Jacobson, pendiri Komite Game Jam Global sekaligus Director Sports Interactive.
Selain Jacobson, orang-orang yang masuk ke dalam komite game jam tadi antara lain, Alex Chapman (Sheridans), CiarΓ‘n Brennan (Sports Interactive), Elisabeth Little (War Child), Imre Jelle (Bossa), John Clark (Sega), Miles Jacobson (Sports Interactive), Rupert Loman (Gamer Network) dan Stuart Saw (Twitch). HELP: Real War is Not a Game ditargetkan meluncur di awal tahun 2016 dan bisa dibeli secara digital.
(ash/ash)