Kamis, 11 Jun 2015 13:56 WIB

Kolom Game

Ingress, Persepolis dan Pertempuran di Taman Mini

Penulis: Andi Brata dkk - detikInet
Jakarta -

Augmented Reality saat ini makin marak dan dikenal oleh para penggiat IT Indonesia. Secara sederhana Augmented Reality yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai 'realitas tertambah' adalah teknologi yang menggabungkan obyek maya dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan obyek maya tersebut dalam waktu yang nyata.

Augmented Reality saat ini berkembang pesat, salah satunya dalam bentuk permainan. Salah satu permainan Augmented Reality adalah Ingress. Ini merupakan game yang mengkombinasikan jagat maya dan dunia nyata. Pemain dalam game Ingress diharuskan berjalan dan mengeksplorasi wilayah di sekitarnya untuk bisa bermain.

Dalam permainan Ingress hanya ada dua kubu yaitu Enlightened dan Resistance. Kedua kubu ini akan selalu bersaing untuk mendominasi wilayah. Semakin banyak wilayah didominasi salah satu kubu, maka alur cerita pun akan dipengaruhi hal tersebut.

Ingress merupakan game besutan NianticLabs, startup yang diakuisisi Google. Game ini didesain agar bisa dimainkan pada platform Android dan iOS. Muncul pada bulan November tahun 2012, pemain Ingress terus berkembang hingga saat ini. Jika permainan Augmented Reality lainnya hanya fokus pada gameplay, maka Ingress sedikit berbeda. Selain fokus pada gameplay, Ingress juga fokus pada alur cerita. Hal inilah yang memotivasi sebagian besar pemainnya untuk terus bermain karena apa yang mereka lakukan dalam permainan dapat mempengaruhi alur cerita dari game ini.

Jika kebanyakan game menuntut pemain duduk berjam-jam di depan monitor, Ingress sejak awal diciptakan untuk mengajak pemain keluar rumah, mengeksplorasi tempat bersejarah dan seni yang disebut portal di dalam game. Tidak ada pemenang dalam game Ingress, karena pemain dituntut untuk terus bersaing memperebutkan kontrol atas portal-portal di sekitarnya.

Pemain juga dituntut untuk terus bersosialisasi dan berkolaborasi dengan pemain lain dalam timnya. Hal ini yang didorong oleh NianticLabs dengan membuat rangkaian event rutin yang mengumpulkan banyak pemain di satu kota untuk bermain bersama dalam sebuah ruang terbuka yang luas dan biasa disebut XM Anomaly atau ringkasnya Anomaly.

Dalam Anomaly, kubu Enlightened dan Resistance akan berperang, merebut dan mempertahankan kendali portal untuk memperoleh poin tertinggi. Kubu yang berhasil memenangkan rangkaian event akan mendapat keuntungan, dimana alur cerita permainan akan berbelok berpihak kepada kubu pemenang.


Anomaly Interitus di Amsterdam 12 April 2014.

Dalam satu tahun biasanya akan ada 4 seri event Anomaly yang digelar oleh NianticLabs dan tersebar di berbagai negara. Tahun ini Jakarta terpilih sebagai salah satu kota yang akan mengadakan event anomaly. Anomaly tidak hanya dimainkan oleh pemain di kota penyelenggara, tetapi juga menarik pemain dari luar kota, bahkan pemain dari negara lain akan datang untuk membela kubunya.

Tanggal 20 Juni 2015 event anomaly akan berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah dan akan dihadiri oleh pemain dari seluruh Indonesia dan juga dari beberapa negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Hongkong, dan Philipina.
 

5.000 pemain berkumpul di Final Anomaly Darsana, Tokyo.

Ingress selalu memasukkan unsur sejarah dalam alur ceritanya. Ini tercermin juga pada nama-nama event Anomaly Ingress yang cukup unik dan mewakili mitologi atau kejadian bersejarah di masa silam. Seperti misalnya 13Magnus, Darsana, Interitus, Helios dan Shonin. Event anomaly di Jakarta kali ini diberi nama Persepolis.

Penamaan ini tentunya bukan sekadar diambil begitu saja, tetapi diatur agar sesuai dengan tema cerita. Dikisahkan perseteruan antara Resistance dan Enlightened kali ini merupakan perulangan dari pertempuran di tahun 330 sebelum masehi, ketika Alexander The Great (Iskandar Agung), pemimpin kubu Enlightened, mencoba menguasai kota Persepolis yang dihuni oleh kubu Resistance.

Persepolis sendiri merupakan sebuah kota tua di Iran yang telah disahkan oleh UNESCO sebagai kota warisan dunia. Semangat pertempuran dua kubu inilah yang dibawa ke dalam nama event. Pertempuran di Taman Mini pada tanggal 20 Juni dianalogikan sama seperti saat pertempuran dalam memperebutkan Kota Persepolis!
 

Kubu Resistance di Anomaly Persepolis Bratislava.


Kubu Enlightened di Anomaly Persepolis Bratislava


Bagi para pemainnya, Ingress bukan cuma game dan bukan pula sekadar augmented reality. Ingress adalah sebuah sosial media gaya baru yang mengkombinasikan banyak hal dan salah satunya adalah sejarah dunia!

Sebagian Pemain Ingress Jabodetabek di event Ingress First Saturday.


Lokasi event Persepolis Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah.

Event anomaly Persepolis tanggal 20 Juni 2015 terbuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya. Bagi siapapun yang berminat untuk ikut serta dalam event ini cukup mulai menginstal game ini dari PlayStore Android atau Apple Appstore dan segera mainkan. Jika masih belum paham alur permainannya bergabunglah dengan komunitasnya, ada banyak pemain yang akan membantu Anda agar segera naik level sehingga bisa bermain bersama di Taman Mini nanti.

Sampai bertemu di Taman Mini!

*)Penulis Andi Brata, Filberto dan Riza Suminto adalah pemain aktif ingress di kubu Resistance Indonesia. Ketiganya dikenal dengan codename @Abevot, @voidless dan @zaons.



(ash/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed