Rabu, 12 Feb 2014 08:15 WIB

Dong Nguyen Bicara Soal 'Kematian' Flappy Bird

- detikInet
Dong Nguyen (bbc) Dong Nguyen (bbc)
Jakarta -

Setelah dipenuhi berbagai spekulasi, jawaban tentang alasan dicabutnya game Flappy Bird akhirnya terungkap. Untuk pertama kalinya setelah 'membunuh' Flappy Bird, Dong Nguyen selaku penciptanya mau blak-blakan angkat bicara.

Dalam wawancaranya, pria 29 tahun ini mengungkap alasan ditariknya Flappy Bird dari peredaran. Menurutnya, Flappy Bird tak lagi sesuai dengan ekpektasi Nguyen. Alih-alih diciptakan untuk dimainkan beberapa menit saat menemani waktu santai, Flappy Bird justru berubah menjadi game adiktif yang justru menakutkan.

"Flappy Bird didesain untuk dimainkan beberapa menit menemani waktu santai, tapi yang terjadi game ini malah membuat kecanduan pemainnya. Menurutku hal itu dapat menimbulkan masalah. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, yang terbaik adalah dengan menarik Flappy Bird dari pasar aplikasi. Untuk selamanya," jelas Nguyen seperti detikINET kutip dari Forbes, Selasa (11/2/2014).

Saat ditanya perihal 'jackpot' USD 50 ribu atau Rp 600 juta per hari dari iklan yang diraih, Dong Nguyen masih enggan mengungkap nilai total kekayaannya dari Flappy Bird. "Aku tak tahu angka tepatnya, tapi yang pasti itu jumlah yang besar," tambahnya.

Pun begitu, kekayaan tersebut diakui tak serta-merta membuat Nguyen bahagia. Ia malah mengatakan hidupnya yang sekarang tidak senyaman sebelumnya. Kejaran media lokal yang tak diinginkannya dan 'gangguan' dari para penggemarnya disinyalir sebagai penyebabnya.

"Hidupku tak lagi senyaman sebelumnya. Aku bahkan tak bisa tidur. (Tapi) Aku tak berpikir itu adalah kesalahan (menarik Flappy Bird). Aku sudah memikirkannya," tandasnya.

 

Artikel terkait:
-. Review Flappy Bird: Jelek Banget, Tapi....
-. 6 Faktor di Balik Booming Flappy Bird
-. Jangan Frustasi! Ini Tips Main Flappy Bird
-. Dong Nguyen, Sosol 'Aneh' Pencipta Flappy Bird

(yud/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed