Kemungkinan terburuk dari kasus ini, seperti ramai diperbincangkan, adalah jika Sony sampai gulung tikar. Tentu, banyak pengguna fanatiknya yang bakal kecewa berat.
Diakui oleh Resha, gamer yang juga gadget mania, brand dari produk-produk Sony ada yang sudah menjadi merek generik, contohnya konsol game PlayStation (PS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu pula dengan Barbara. Menurutnya, PlayStation sudah setia menemaninya bermain game bertahun-tahun lamanya. Mulai dari awal Sony menghadirkan PS 1, hingga yang terakhir PS 3.
"Rasanya pasti beda. PS itu enak banget untuk main game, apalagi kalau sedang kumpul bareng teman-teman. Kita pasti kecewa banget kalau PS tak lagi diproduksi gara-gara Sony bangkrut," cemasnya.
Sony yang tengah anjlok pendapatannya memang sengaja mengurangi pegawai agar tak terlalu berat beban operasionalnya. Perusahaan pionir Walkman ini juga merestrukturisasi dan melebur sejumlah divisinya agar optimal dalam menciptakan produk baru.
Ketakutan Resha, Barbara, dan para pengguna PlayStation lainnya mungkin belum akan jadi kenyataan dalam waktu dekat. Alih-alih menutup divisi PlayStation, Sony malah berjanji memperkuat divisi game tersebut sebagai satu dari tiga pilar bisnis yang akan terus difokuskan pengembangannya.
(rou/rou)