Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Game Adu Jotos dan Pengaruhnya Pada Anak

Game Adu Jotos dan Pengaruhnya Pada Anak


Rachmatunnisa - detikInet

Yunita (rns/inet)
Jakarta -

Game bertema kekerasan dituding menjadi salah satu pemicu perilaku kekerasan, terutama pada anak-anak. Dan memang, sejumlah penelitian telah membuktikannya. Lantas, bagaimana game bisa mempengaruhi perilaku?

Disebutkan Yunita Faela Nisa, psikolog sekaligus Kepala Laboratorium Psikologi UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, kita pada umumnya sangat cepat meniru apa yang dilihat, apalagi di usia kanak-kanak.

"Dari sisi neuropsychology, terungkap ada yang namanya mirror neuron, sederhananya dalam otak kita ada bagian semacam cermin. Ketika kita melihat sesuatu dan itu menimbulkan ketertarikan, kita akan mengikuti," terang Yuni saat berbincang dengan detikINET.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskannya, efek mirror neuron ini terbagi menjadi dua, ada yang spontan dan yang tidak. Contoh spontan yang sederhana adalah ketika di lift melihat semua orang menghadap pintu, kita akan ikut menghadap pintu padahal saat masuk kita menghadap ke tembok.

"Jadi kita memang cenderung mengikuti apa yang kita lihat, secara neuropsychology memang sudah terbukti sepert itu," ujarnya. Nah, apalagi jika seseorang terpapar terus menerus seperti bermain game kekerasan, dikatakannya mirror neuron berperan sehingga orang itu akan menirunya.

Untuk mencegahnya, menurut Yuni tak dapat dipungkiri pengawasan dari orangtua berperan di urutan teratas. Orangtua harus melakukan intervensi dan menerapkan kontrol diri pada anak.

"Seberapa cepat seorang anak terpengaruh tergantung terhadap kontrol diri juga. Nah latihan kontrol diri ini misalnya orangtua tidak harus selalu menuruti kemauan si anak. Anak-anak yang self control-nya rendah, kecenderungan menirunya lebih besar dan cepat," tutupnya.

(rns/ash)





Hide Ads
LIVE