Dengan paten ini, Microsoft ingin agar konsolnya tersebut tak hanya sekedar perangkat untuk bermain game, tetapi menjadi entertainment center yang menyediakan berbagai hiburan.
Sekilas menengok ke belakang, pada Januari 2007, ketika Playstation 3 dari Sony pertama kali muncul, Microsoft mulai bermain-main dengan ide mengemas perangkat game dengan DVR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Digital Trends dan dikutip detikINET, Rabu (4/1/2012), deskripsi paten ini memperlihatkan, aplikasi DVR akan mengintegrasikan diri dengan menu di konsol dan memungkinkan pengguna merekam konten media apapun sambil bermain game. Pengguna juga bisa merekam konten meski ketika konsol dalam keadaan mati.
Adapun konten media yang dimaksud di sini, bisa berarti program TV, pengalaman bermain game, musik, DVD dan masih banyak lagi. Pengguna juga bebas berganti berbagai mode ketika merekam.
Mengapa Microsoft mau repot mendapatkan DVR? Dalam deskripsi paten tersebut dijabarkan, perangkat game kaya akan pengalaman audio dan visual yang didukung sumber daya komputasi. Sayangnya, sumber daya komputasi yang besar ini sering tidak berpengaruh untuk penggunaan non-gaming.
Pendek kata, menyertakan DVR akan menguntungkan bagi Microsoft dalam menyediakan sistem, metode, media yang dapat terbaca komputer dan sejenisnya yang menjanjikan integrasi pengalaman gaming dan media di konsolnya.
(rns/ash)