Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Video Game Jadikan Tentara AS Sasaran Tembak

Video Game Jadikan Tentara AS Sasaran Tembak


- detikInet

Jakarta - Di sejumlah film dan game perang-perangan, tentara Amerika Serikat (AS) biasanya selalu ditempatkan sebagai pihak jagoan. Namun kali ini kondisinya terbalik, militer negeri adidaya itu ditempatkan pada kubu musuh, yang tentunya harus dibombardir tembakan oleh para gamer.

Adalah People's Liberation Army (PLA) China yang berada di balik video game bernama 'Glorious Mission' ini. Hanya saja, PLA bekerja sama dengan Wuxi Giant Interactive Group untuk menciptakan game kontroversial tersebut.

Game bertipe first person shooter (fps) ini memang dibuat khusus, sebab penggunaannya pun turut dijadikan sebagai media untuk pelatihan para tentara yang tergabung dalam PLA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penggunaan game sebagai pelatihan tentara sejatinya juga bukan kali ini saja dilakukan. Sebab sebelumnya pada tahun 2008, tentara AS menggelontorkan dana hingga USD 50 juta untuk membuat game sejenis.

Nah, kini kondisinya berbeda. Militer China seraya ingin menunjukkan kondisi hubungannya sehingga menempatkan tentara AS di pihak yang menjadi sasaran tembak.

'Glorious Mission' sendiri memiliki nama lain 'Mission of Honor'. Game ini memiliki tiga model permainan dan memgambil latar belakang kisah tentang aktivitas tentara di kamp militer. Dalam sebuah pasukan, 32 prajurit dapat log on pada waktu bersamaan untuk memulai misi penyerangan terhadap tentara AS.

Militer China sendiri sebelumnya telah memanfaatkan pelatihan melalui video game, namun aplikasi yang digunakan kala itu dibuat oleh perusahaan asing. Kini, dikutip detikINET dari Digital Trends, Senin (23/5/2011), PLR ingin membuat game yang lebih 'nasionalis' dan dekat rakyat China. Sehingga dalam kontennya bisa ditanamkan nilai-nilai China dan menghindari unsur yang dapat 'menyesatkan'.


(ash/fyk)







Hide Ads