Berbeda dengan PSP sebelumnya yang dirilis menggunakan Universal Media Disc (UMD), Go hadir tanpa media tersebut, melainkan sebuah flash memory berkapasitas 16GB yang tertanam di dalamnya. Jadi, gamer harus mengunduh game yang diinginkannya melalui PlayStation Store. Sony berharap cara ini bisa mengnangkal pembajakan yang terjadi pada generasi sebelumnya.
Namun apa daya, sekelompok hacker yang menamakan diri mereka Liquidzigong berhasil mengoprek PSP Go agar bisa memainkan game dalam media UMD. Ini berarti kemungkinan besar konsol tersebut bisa memainkan game bajakan seperti pada konsol sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain hadir tanpa UMD, PSP Go juga memiliki baterai yang tidak bisa dibuka. Sony sengaja merancangnya demikian agar menyulitkan para hacker untuk membobol proteksi mereka. Namun apa daya, usaha pabrikan asal Negeri Sakura itu tampaknya harus lebih keras. (eno/ash)