Hal itu terungkap dalam sebuah surat yang dikirimkan Namco Bandai ke Massachusetts Institute of Technology (MIT). Demikian dikutip detikINET, dari TechDirt, Selasa (3/8/2010).
MIT telah mengembangkan sebuah piranti lunak bernama Scratch. Software ini digunakan untuk mengajarkan dasar-dasar pemrograman bagi anak muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan asal Jepang itu pun meminta MIT mencabut proyek tersebut dari situsnya. Dalam suratnya mereka mengaku memahami nilai edukasi dari Scratch, namun menyarankan agar soal hak cipta juga diajarkan.
Padahal, kalau mau jujur, hampir semua proses belajar anak-anak dimulai dengan meniru. Belajar musik dimulai dengan memainkan lagu ciptaan orang lain, menggambar pun dimulai dengan meniru gambar lain.
Selama konteksnya masih belajar, mengapa dalam game tidak boleh?
(wsh/wsh)