"Ide awal dari Bambo Beat berawal dari hobi saya bermain angklung, yang kebetulan kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual ITB," papar Utami Fitriani selaku multimedia designer game ini kepada detikINET, Jumat (24/7/2010) di Jakarta Convention Center.
Gadis Bandung yang biasa disapa Uut ini, mengutarakan bahwa Bamboo Beat merupakan karya tugas akhirnya di kampus yang digabung dengan dua rekannya. Dalam proyeknya tersebut, ia mendesain semua tampilan grafis. Kemudian ia dibantu dua rekannya, yakni Ulung sebagai aranger musik dan Iqbal dari elektro sebagai control enginner.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsep game ini sebenarnya sederhana. Pemain bakal berperan menjadi seorang pemain 'Angklung Hero' layaknya Guitar Hero dan melakukan serangkaian gerakan agar poin-poin yang masuk bisa pas. Bagi yang biasa bermain Guitar Hero pasti cepat beradaptasi.
Jika pada Guitar Hero kita hanya menekan beberapa tombol saja, lain dengan Bambbo beat. Di sini kita diwajibkan melakukan serangkaian gerakan ala pemain angklung seperti: Cetok, Krulung, dan Tengkep.
Saat dijajal detikINET, sensasi berbeda terasa saat memainkan lagu 'manuk dadali'. Alunan nada indah khas ranah sunda terdengar begitu rapi melantun dari sisi audio.
Setelah ajang INAICTA 2010 ini Uut yang memiliki impian bahwa karyanya tersebut bisa dimainkan sebagai mesin arcade entah di Timezone atau pusat hiburan Tanah Air lainnya. Baru setelah itu, berkembang ke lahan lain seperti Bambbo Beat versi mobile.
(fw/ash)