Menurut sebuah riset yang dilakukan lembaga bernama Niko Partners, ada 68 juta gamer online aktif di China pada akhir 2009 atau ketika krisis ekonomi global menghantam. Nah, jumlah gamer ini diprediksi akan melonjak tajam hingga 141 juta gamer di 2014 nanti.
Di China, gamer-gamer tersebut rela membayar lebih saat mereka benar-benar terjerat dalam sebuah komunitas game online. Sekitar 63% gamer yang disurvei Niko Partners adalah online gamer yang memulai bermain game sebelum tahun lalu. Ini artinya mereka bukan gamer latah yang hanya sekadar ikut arus belaka dan tetap nyaman ngegame walau krisis ekonomi melanda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat krisis ekonomi global melanda di 2009, industri game online ini nampaknya tak ikut terkena imbasnya," ujar Lisa Cosmas Hanson, Managing Partners dari Niko. Ia pun mengatakan bahwa game online China saat ini sedang mengembangkan konten untuk memperluas pangsa pasar mereka. (fw/ash)