WikiLeaks, situs yang membocorkan informasi rahasia yang perlu diketahui publik, telah menerbitkan sebuah video yang cukup mengerikan. Dalam video itu ditampilkan aksi penembakan oleh tentara AS yang akhirnya menewaskan seorang wartawan foto dari Reuters, asisten sang wartawan serta beberapa warga sipil.
Seperti dikutip detikINET dari Kotaku, Selasa (6/4/2010), video itu mulai menarik perhatian kalangan media di Amerika Serikat. Termasuk, salah satunya, siaran berita Fox News.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Michael McWhertor dari Kotaku menduga komentar Assange itu merujuk pada sikap 'biasa-biasa saja' yang ditunjukkan oleh para tentara yang melakukan penembakan. Hal ini, sebut McWhertor, serupa dengan dialog pada video game.
Tentunya, ujar McWhertor, para pembuat game perang menampilkan dialog semacam itu karena mereka mencoba membuat game yang mirip dengan kenyataan. "Apakah kemudian menjadi wajar untuk membandingkan adegan (dalam video itu-red) dengan video game? Saya rasa hal itu masih perlu dibahas lebih lanjut," ujarnya.
Tak bisa dipungkiri, aksi penembakan yang ditampilkan dalam video itu akan membangkitkan perasaan yang campur-aduk. Apalagi ditambah keterangan bahwa yang meninggal adalah wartawan, sekelompok warga sipil, serta ada juga dua orang anak kecil yang terluka.
Video tersebut bisa disaksikan di YouTube. Selain itu, WikiLeaks juga telah mendirikan sebuah situs khusus seputar insiden itu yang beralamat di CollateralMurder.com.
(wsh/wsh)